Ahlan wa sahlan para pengunjung website kuttab-rumahquran.com. Kami sangat bersyukur kepada Allah, karena telah memberi kesempatan kami sehingga dapat menyapa anda di dunia maya ini. Tulisan ringkas yang sedang anda telaah ini adalah tulisan kami yang pertama atas nama yayasan kuttab rumah qur’an.

Artikel kali ini adalah membahas tentang al Qur’an sebagai pengajaran pertama dan terpenting. Saya berharap Allah memberikan manfaat yang lebih banyak dari waktu yang anda luangkan untuk membaca artikel kami ini. Selamat menelaah!

Pendapat Ibnu Kholdun 1 rohimahulloh

Ibnu Kholdun rohimahulloh pernah berkata,

اعلم أن تعليم الولدان للقرآن شعار من شعائر الدين، أخذ به أهل الملة ودرجوا عليه في جميع أمصارهم، لما يسبق فيه إلى القلوب من رسوخ الإيمان وعقائده من آيات القرآن وبعض متون الأحاديث. وصار القرآن أصل التعليم الذي ينبني عليه ما يحصل بعده من الملكات. وسبب ذلك أن تعليم الصغر أشد رسوخاً وهو أصل لما بعده، لأن السابق الأول للقلوب كالأساس للملكات. وعلى حسب الأساس وأساليبه يكون حال ما ينبني عليه.

Ketahuilah, Pengajaran al Qur’an kepada anak adalah salah satu syi’ar agama islam. Para ulama menerapkan dan meniti metode ini di seluruh kota tempat mereka tinggal karena didorong oleh kuatnya iman dan aqidah yang bersumber dari ayat al Qur’an dan sebagian matan hadits yang telah meresap dalam jiwa mereka.

Al Qur’an menjadi ushul (pokok utama) pengajaran yang akan dibangun diatas pokok ini semua kemampuan setelahnya. Sebabnya adalah, pengajaran ilmu pada anak kecil adalah yang paling kokoh dan menjadi dasar atau pokok semua yang akan diajarkan setelahnya. Hal yang pertama masuk di didalam jiwa bagaikan pondasi bagi kemampuan-kemampuan lainnya. Keadaan semua yang dibangun diatas pondasi tergantung dari pondasi itu sendiri dan uslubnya. 2

Setelah itu, Ibnu Kholdun menjelaskan berbagai perbedaan pendidikan dizaman beliau di berbagai kota. Walaupun berbeda strategi, semuanya memiliki kesamaan yaitu mengutamakan pendidikan al Qur’an.

Penduduk maghrib mengajarkan anak-anak hanya al Qur’an saja. Mereka tidak menggabungkan pengajaran dengan hadits, fiqih, sya’ir dan bahasa arab. Penduduk andalusia mengajarkan anak-anak al Qur’an dan menjadikannya pokok utama pengajaran namun tidak hanya al Qur’an saja. Mereka menggabungkan dengan riwayat sya’ir umum, khot dan tulisan. Penduduk Afrika mengajarkan anak al Qur’an dan menggabungkannya dengan hadits yang umum. 3

Semoga sedikit yang kami goreskan dalam halaman ini mampu menggugah kesadaran kita untuk kembali menjadikan al Qur’an sebagai pendidikan yang pertama dan utama untuk anak-anak kita. Negeri-negeri islam dimuliakan karena perhatian mereka terhadap al Qur’an. Sejak generasi anak-anak di zaman Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wa salam masih hidup hingga masa-masa kejayaan kerajaan utsmani al Qur’an menjadi pertama dan utama dalam pendidikan anak-anak. Runtuhnya kerajaan utsmani dan terpuruknya islam dizaman ini adalah karena kita sendiri jauh dari al Qur’an dan al Hadits serta tidak memuliakan dan mengutamakan keduanya.

Mari kembali mendidik anak kita dengan al Qur’an dan al Hadits sebagai pendidikan terpenting dan bukan pendidikan sambilan!

Catatan Kaki

  1. Beliau adalah Waliyyuddin Abu Zaid ‘Abdurrohman bin Muhammad bin Muhammad bin al Hasan bin Jaabir bin Muhammad bin Ibrohim bin ‘Abdurrohman bin Khoolid al Hadhromiy dan dikenal dengan sebutan Ibnu Kholdun. Beliau dilahirkan pada bulan Romadhon 732 H di Tunisia dan meninggal di Mesir bulan Romadhon tahun 808 H.

    Beliau adalah peletak dasar pertama sosiologi. Imam dan mujaddid dalam ilmu sejarah dan salah satu pionir dalam tulisan autobiografi. Beliau juga ulama yang mempuni dalam hadits. Beliau adalah salah satu ahli fiqih dan qodhi bermadzhab maliki. Beliau mujaddid dalam hal pembelajaran dan pendidikan. Beliau hafal al Qur’an di awal masa kanak-kanak dan guru pertama beliau adalah ayah beliau sendiri.

  2. Kholdun, Ibnu. Kholdun, ‘Abdurrohman ibn. 1425 (2004). Muqoddimah ibn Kholdun. Juz 2. Damaskus: Daar al Balkhiy. Halaman 353
  3. ibid. halaman 353-355
Print Friendly, PDF & Email