Para pengunjung website kuttab rumah qur’an yang semoga dirahmati Allah, akhir-akhir ini sering sekali muncul celaan kepada salafi. Ada diantara mereka yang mencela dengan mengatakan salafi suka menumpahkan darah, bekerjasama dengan pemerintah yang sedang menumpas pemberontak sebuah negara. Ada juga yang mengatakan bahwa salafi adalah wahhabi yang telah dinyatakan sesat dan termasuk sekte khowarij di daerah maroko dahulu. Ada juga yang dengan pongahnya mempopulerkan istilah talafi (perusak) sebagai plesetan kata salafi.

Lalu apa sebenarnya salafi itu?

Salafi jika kita tuliskan dalam bahasa arab menjadi (سَلَفِيّ) . ya’ disini adalah ya’ nisbah yang artinya adalah orang-orang yang menisbahkan diri dengan kaum salaf (pendahulu).

Ada sebagian keliru memahami istilah ini, sehingga setiap orang yang mengikuti nenek moyang dalam agama dinamakan salafiy atau salafiyyun, sehingga kita melihat ada pondok pesantren salafiyyah maksudnya adalah pondok pesantren yang meneruskan tradisi para ulama di zaman dulu ketika belajar seperti bandongan, sorogan, dll. Orang yang memahami seperti ini mengira maksud salafiy adalah lawan dari kata modern yang memasukkan metode modern dalam belajar.

Nah tulisan dalam tulisan ini, saya berusaha menjelaskan maksud salafiy sehingga kita bisa mengetahui batasan kata ini dengan jelas, insya Allah.

Imam as Safaariinii rohimahulloh 1

المراد بمذهب السلف ما كان عليه الصحابة الكرام – رضوان الله عليهم –

Yang dimaksud dengan madzhab salaf adalah apa yang para sahabat (Rosululloh shalallahu’alaihi wa sallam) yang mulia dan di ridloi Allah berada diatas ajaran itu

وأعيان التابعين لهم بإحسان

Dan juga yang mengikuti sahabat Rosululloh dengan baik (maknanya murid-murid sahabat Rosululloh yang berada diatas ajaran para sahabat Roululloh)

وأتباعهم

Dan yang mengikuti para sahabat Rosululloh dan murid sahabat Rosululloh

وأئمة الدين ممن شهد له بالإمامة ،

Dan para imam agama yang dipersaksikan keimamannya

وعرف عظم شأنه في الدين ،

Dan dikenal kemuliaan keadaannya dalam hal agama

وتلقى الناس كلامهم خلف عن سلف ،

Dan manusia mengambil ucapan para imam tersebut yang ucapan itu dari para salaf

دون من رمي ببدعة ، أو شهر بلقب غير مرضي

Yang mereka tidak tertuduh dengan bid’ah dan terkenal dengan julukan yang tidak baik

مثل الخوارج والروافض والقدرية والمرجئة والجبرية والجهمية والمعتزلة والكرامية ، ونحو هؤلاء

Seperti Khowarij, Rofidhoh, Qodariyyah, Murji-ah, Jabariyyah, Jahmiyyah, Mu’tazilah, Karomiyyah, atau semacamnya. 2

Mari kita fahami bersama kalimat dari Imam as Safaariinii ini.

Madzhab Salaf adalah:

1. Ajaran para sahabat Rosulullo shalallahu’alaih wa sallam yang mereka mengambilnya langsung dari nabi kita Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam.

2. Para murid sahabat Rosululloh yang mereka mengikuti ajaran para sahabat nabi. Jika ada orang di zaman murid sahabat yang ia bertentangan dengan ajaran para sahabat, maka ia bukan termasuk dalam istilah salaf ini. Murid sahabat Rosululloh ini kita kenal dengan nama Tabi’in

3. Murid-Murid Tabi’in yang mengikuti ajaran tabi’in dan para sahabat nabi. Jika ada orang di zaman ini dan bertentangan denan ajaran sahahabat Rosululloh dan murid-murid mereka maka bukan termasuk dalam istilah salaf yang patut diikuti.

4. Para Imam dalam agama islam dengan beberapa syarat, yaitu

·         Tidak diragukan lagi keimamannya dalam hal agama (faham benar dan termasuk ulama islam)

·         Kemuliaan imam itu dalam hal agama islam dikenal luas oleh masyarakat islam

·         Manusia mengambil ucapan imam-imam ini yang para imam ini menukil dari para pendahulunya yang juga dikenal lurus dalam agama

·         Tidak tertuduh dengan kebid’ahan

·         Tidak terkenal dengan julukan yang buruk seperti pengikut Khowarij, Rofidhoh, Qodariyyah, Murji-ah, Jabariyyah, Jahmiyyah, Mu’tazilah, Karomiyyah, atau semacamnya.

Nah orang-orang yang mengikuti 4 model manusia ini dinamakan dengan salafiy.

Jadi kita dapat menyimpulkan juga beberapa hal untuk mendeteksi kita termasuk salafiy atau bukan dengan cara:

1. Apakah kita memahami al Qur’an dan as Sunnah sesuai yang diajarkan sahabat Rosululloh, Tabi’in atau Tabi’ut Tabi’in atau para Imam yang diakui keimamannya?

2. Apakah kita terperosok pada pemahaman sekte-sekte sesat yang para ulama telah menjelaskan kesalahan sekte-sekte ini?

3. Jika ada nukilan dari kholaf yang berbeda dengan salaf maka kita dahulukan nukilan sesuai peringkatnya, para sahabat (ijma’ lebih didahulukan daripada pendapat pribadi sahabat), kemdian tabi’in, dst.

4. Jika ada orang dianggap sebagai imam di zaman “now”, kita perlu melihat syarat-syarat: diakui keimaman dalam masalah agama (faham masalah agama / ulama), Kemuliaannya diakui luas, manusia sepakat mengambil kata-katanya, tidak tertuduh dengan kebid’ahan dan berpemahaman seperti sekte-sekte sesat.

Demikian, semoga bermanfaat agar kita memahami makna salaf atau salafiy yang benar.

Syaikh Bakr Abu Zaid rohimahulloh pernah berkata,

كن سلفياً على الجادة،

Jadilah kalian seorang SALAFI SEJATI

طريق السلف الصالح من الصحابة رضى الله عنهم،

Yaitu orang yang mengikuti salafush sholih (para pendahulu yang sholih) dari para sahabat rodhiyallahu’anhum

فمن بعدهم ممن قفا أثرهم في جميع أبواب الدين،

Dan orang-orang setelah para sahabat Rosululoh tersebut yang  mengikuti jejak mereka dalam seluruh bab-bab ilmu agama

من التوحيد، والعبادات، ونحوها،

Baik dalam tauhid, ibadah atau selainnya

متميزاً بالتزام آثار رسول الله – صلى الله عليه وسلم –

Jadilah orang yang dicirikhaskan dengan atsar Rosululloh shalallahu’alaihi wa salam

وتوظيف السنن على نفسك،

Berusalah menerapkan sunnah-sunnah pada kehidupanmu

وترك الجدال،

Tinggakan perdebatan

والمراء،

dan pertengkaran

والخوض في علم الكلام،

Tinggalkan kesesatan ilmu kalam

وما يجلب الآثام،

Dan semua yang mengakibatkan dosa

ويصد عن الشرع.

Dan menjauhkan dari syari’at Allah. 3

Mari kita semua menjadi sosok-sosok salafiy sejati

Referensi

  1. Beliau adalah Imam, al ‘Alamah, al Hafizh, lahir tahun 1114 H  di desa Safaarin Nabuls, dan meninggal tahun 1188H. Beliau termasuk ulama hanabilah
  2. Lawaami’u al Anwaari al Bahiyyah karya Muhammad ibn Ahmad as Safaariy al Atsariy al Hanbaliy, Cetakan Muassasah Khofiqina, Damaskus, Cetakan tahun 1402, halaman 20, jilid 1
  3. Hilyatu ath Tholibil ‘Ilmi karya Syaikh Bakr Abu Zaid rohimahulloh halaman 5, via Maktabah asy Syamilah
Print Friendly, PDF & Email