Beberapa hari yang lalu, orang tua walisantri SDTA Kuttab Rumah Qur’an bermusyawarah dan berinisiatif untuk mengajak para santri berkunjung ke Panti Lansia atau lebih kita kenal dengan Panti Jompo. Mereka berinisiatif mengumpulkan donasi, menyiapkan kendaraan, survey tempat hingga berkoordinasi dengan pemilik panti.

Hari ini, Sabtu, 17 Jumada Ula 1439 (3 Februari 2018) kami mengadakan kunjungan ke Panti Lansia di Blimbing. Kami diantar oleh 2 mobil walisantri dan 1 mobil sewa. Acara kami mulai dengan berbaris dan pengarahan tentang adab-adab bertamu.
Setelah itu kamipun bersama ke panti Lansia.

Ketika mobil yang kami kendarai masuk ke panti, tampak oleh saya, beberapa nenek-nenek berada di atas kursi roda sedang berjemur dibawah sinar matahari. Setelah mobil berhenti, sayapun mencari pengelola panti, dan tampaklah sosok bapak berwajah lembut tampak memperhatikan kami. Beliau bernama Pak Nur. Kemudian sayapun menyapanya dan bercakap-cakap sedikit mengenai tujuan kami datang ke panti Lansia adalah ingin menanamkan kepada anak-anak kami birrul walidain. Tampak oleh saya hidung bapak ini sedikit memerah dan mata yang berkaca-kaca. Seakan wajahnya menyiratkan keharuan yang tertahan. Setelah itu kamipun dipersilahkan untuk masuk menempati mushola untuk membekali para santri sedikit gambaran tentang panti Lansia al Ishlah ini.

Kemudian acara saya mulai dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya birrul walidain. Bahwa salah satu pintu surga adalah birrul walidain.

الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه

Berbakti kepada kedua orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kamu menginginkan, maka jagalah orang tuamu.
Hadits Hasan Shohih Riwayat Imam Tirmidzi

Dan celakalah orang-orang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup, namun hal itu tidak bisa mengantarkannya ke surga.

رغمَ أنفُ ، ثم رغم أنفُ ، ثم رغم أنفُ قيل : من ؟ يا رسولَ اللهِ ! قال : من أدرك أبويه عند الكبرِ ، أحدَّهما أو كليهما فلم يَدْخلِ الجنةَ

“Kehinaan, kehinaan, kehinaan“. Para sahabat bertanya: “siapa wahai Rasulullah?”. Nabi menjawab: “Orang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup ketika mereka sudah tua, baik salah satuya atau keduanya, namun orang tadi tidak masuk surga”
Hadits Riwayat Muslim

Kemudian mulailah bapak Nur, yang membuat hati ini tergoncang. Jika Allah tidak menolong, mungkin mata ini sudah bercucuran air mata bersama ibu-ibu walisantri dan guru SDTA yang tampak meneteskan air mata. Memang dengan mengunjungi orang yang lebih susah daripada kita akan membuka dan melembutkan hati kita.

Mengapa kita sampai meneteskan air mata?. Bapak Nur bercerita tentang anak-anak yang dahulu ketika kecil mungkin dirawat oleh orang tua mereka. Kemudian setelah mereka kaya dan sukses mereka dengan teganya meletakkan orang tua mereka di panti Lansia ini. Bahkan Pak Nur, bercerita bahwa di panti beliau baru kemarin meninggal 2 orang lansia tanpa didampingi sanak saudara mereka. Pak Nur juga sempat bercerita ada anak-anak “durhaka” yang tidak mau orang tuanya dirumah mereka. Orang tua mereka dititipkan antara panti satu dengan panti lainnya. Allahu Akbar…, semoga Allah menjadikan kita istiqomah di jalan sunnah sehingga tidak menelantarkan orang tua kita seperti apa yang terjadi di panti Lansia ini.

Pak Nur juga bercerita tentang kisah-kisah merawat para lansia ini. Ada diantara mereka yang sering berteriak-teriak, ada yang sudah pikun hingga minta makan berulang kali. Sungguh ujian dan kesabaran besar ketika kita merawat orang tua yang sudah tua. Itulah sebabnya al Qur’an menjelaskan tentang adab dan birul walidain ini dengan firman-Nya,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’”
Al-Israa’ : 23-24

Kemudian pengarahan ini, saya tutup dengan mengingatkan diri kita masing-masing bahwa ketika kita mengejar dunia, jabatan, uang nanti semua ini tidak akan bermanfaat di hari tua kita. Berbeda jika kita menanam kebaikan dan mengejar akhirat. Ini akan menjadi penolong kita di masa tua dan diakherat kelak. Tampak sekali mata beberapa santri berkaca-kaca setelah mendengar kisah yang disampaikan pak Nur.

Karena itulah, kita selalu berdoa ketika dzikir pagi dan petang:

رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

Robbku, aku berlindung kepadamu dari kemalasan dan KEBURUKAN DI HARI TUA. Robbku aku berlindung dari adzab di neraka dan adzab di kubur.

Kemudian kamipun berkeliling menyalami beberapa nenek-nenek di panti Lansia ini. Tampak sekali mereka senang dengan kehadiran kami bersama para santri.

Setelah kunjungan di panti lansia selesai, kamipun meluncur kembali ke taman bermain. Setelah para santri puas bermain, kami kembali ke TAUD Kuttab Rumah Qur’an tepat waktu sesuai dengan yang direncanakan.

Saya dan guru SDTA Kuttab Rumah Qur’an mengucapkan banyak terima kasih kepada:

1. Tim Ikatan Guru dan Wali Santri SDTA Kuttab Rumah Qur’an yang telah berupaya mengadakan acara ini sebagai wasilah mengajarkan empati dan berbakti kepada kedua orang tua.

2. Pada donatur yang telah menyumbangkan berbagai keperluan untuk diserahkan kepada Panti Lansia al Islah blimbing

3. Segenap pengurus Panti Lansia al Ishlah yang berkenan menerima kami dan memberikan pencerahan tentang empati dan birrul walidain yang diwakili oleh Bapak Nur.

Semoga Allah memberkahi kita semua karena upaya kita menanamkan kepada generasi emas islam masa depan ini empati dan kewajiban berbakti kepada kedua orang tua.

 

 

Print Friendly, PDF & Email