mABAADI’ iLMU TAJWID

Silsilah Catatan Ilmu Tajwid

Prolog

Ilmu tajwid adalah ilmu yang sangat penting bagi setiap muslim. Ilmu ini berfungsi untuk meluruskan dan menjaga lisan kita dari kesalahan ketika membaca al Qur’an. Melalui ilmu ini, al Qur’an terjaga hingga akhir zaman nanti dari kesalahan-kesalahan baca dan periwayatan. 

Sebelum mempelajari sebuah ilmu, ada baiknya kita mempelajari dasar-dasar dalam ilmu tersebut. Para ulama sering membahas dasar ilmu ini dengan istilah mabaadi’ul ‘ilmi. Jumlah dasar ilmu adalah sepuluh. Dengan mempelajari mabadi’ ini kita akan memahami gambaran besar dari sebuah ilmu, sehingga kita mampu memulai mempelajari ilmu ini melalui jalan dan cara yang tepat. Semoga tulisan sederhana ini, bermanfaat bagi anda yang ingin memulai belajar ilmu tajwid

Mabadi’ (Dasar-Dasar) Ilmu

Seorang ulama bernama Abul 'Urfaan Muhammad ibn 'Ali ash Shobban yang wafat tahun 1206 hijriyah meringkaskan mabaadi' atau dasar-dasar setiap ilmu dengan bait syairnya,

 

إِنَّ مَبَادِي كُلِّ فَنٍّ عَشَرَهْ: ... الحَدُّ، وَالْمَوْضُوْعُ، ثُمَّ الثَّمَرَهْ

وَفَضْلُهُ، ونِسْبَةٌ، والوَاضِعْ ... والْاِسْمُ، الْاِسْتِمْدَادُ، حُكْمُ الشَّارِعْ

مَسَائِلٌ، وَالْبَعْضُ بِالْبَعْضِ اِكْتَفَى ... ومَنْ دَرَى الْجَمِيْعَ حَازَ الشَّرَفَا

 

Dasar setiap cabang ilmu ada 10

Batasan, Tema, kemudian Manfaat

Keutamaannya, Penisbatan Ilmu, dan Peletak Dasarnya

Nama, Sumber Pengambilan, Hukum Syari'at

Pembahasan-pembahasan, antara satu dengan yang lainnya telah mencukupi

Barangsiapa menguasai seluruhnya, maka akan mendapatkan kemuliaan1

Batasan (Definisi)

Apa definisi ilmu tajwid secara bahasa?.

Tajwid adalah bentuk mashdar dari kata jawwada-yujawwidu yang artinya sama dengan hassana-yuhassinu-tahsiinan atau menjadikan baik atau bagus. Bentuk isimnya adalah al jaudah (keunggulan, bermutu bagus) dan lawan katanya adalah ar rodaa-ah (kerendahan, atau sesuatu yang bermutu buruk)2

Apa definisi ilmu tajwid secara istilah?

Para ulama menjelaskan definisi beragam namun pada intinya sama. Berikut ini definisi ilmu tajwid menurut para ulama:

Ilmu tajwid menurut DR. Aiman Rusydi Suwaid:

(Definisi ilmu tajwid) secara istilah: Ilmu yang berfungsi untuk mengenal pengucapan huruf-huruf arab dengan benar dengan mengenal makhroj, sifat dzatiyah (sifat alami setiap huruf), dan sifat ‘arodhoyyah (sifat yang muncul karena adanya sifat dzatiyah), serta hukum-hukum yang muncul dari sifat-sifat tersebut. 3

Syaikh Abdul Fattaah as Sayyid 'Ajmiy al Murshofiy berkata,

Definisi ilmu tajwid secara istilah: Mengeluarkan (membunyikan) setiap huruf dari makhrojnya dengan memberikan haq dan mustahaq-nya dari sifat huruf tersebut. 

Haq huruf berupa sifat maknanya adalah sifat yang lazim menyertai dan tetap ada pada huruf. Tidak boleh hilang sifat-sifat ini dalam keadaan apapun. Contohnya adalah jahr, syiddah, isti’la’, istifal, ithbaq, qolqolah, dan selain terseut yang akan saya sebutkan dengan panjang lebar pada tempatnya.

Mustahaq huruf maknanya adalah sifat yang bukan sifat inti yang muncul disebagian keadaan dan tidak muncul disebagian keadaan yang lain karena beberapa sebab. Contohnya adalah tarqiq, dan tafkhim. Tarqiq muncul karena sifat istifal sedangan tafkhim muncul karena sifat isti’laa’. Contoh yang lain adalah izhar, idghom,ikhfa’, mad, qoshr dan selain itu yang akan tiba penjelasannya secara rinci 4

Maudhu’ (Tema Pembahasan)

Tema pembahasan ilmu tajwid dalam bidang apa?

Mayoritas ulama mengatakan, tema yang dibahas dalam ilmu tajwid adalah ketika membaca al Qur’an sedangkan sebagian lagi mengatakan ketika membaca al Qur’an dan al Hadits.

Syaikh Abdul Fattaah as Sayyid 'Ajmiy al Murshofiy berkata,

Kata-kata Qur-aniyyah dimana ketika memberikan huruf haq dan mustahaqnya tanpa adanya memberatkan dan berlebih-lebihan dalam ucapan sesuai dengan kaidah-kaidah pengucapan yang terkumpul padanya. Sebagian ulama menambahkan juga hadits karena penerapan kaidah tajwid ketika membaca hadits, namun mayoritas ulama berpendapat tema yang dibahas dalam ilmu tajwid adalah al Qur'an saja.5

Manfaatnya

Apa manfaat yang kita peroleh dengan mempelajari ilmu tajwid?

Manfaat mempelajari ilmu tajwid adalah menjadikan kita mampu menjaga lisan dari kesalahan ketika membaca al Qur’an.

Syaikhoh DR. Rihab Muhammad Mufid Syaqiqiy mengatakan

Manfaatnya adalah menjaga lisan dari kesalahan ketika membaca al Qur’anul Karim 6

Keutamaannya

Apa keutamaan ilmu tajwid dibanding ilmu lainnya?

Ilmu tajwid termasuk ilmu yang mulia karena terkait dengan kemuliaan kalam Allah. 

Syaikhoh DR. Rihab Mufid Syaqiqiy mengatakan

Keutamaan adalah Ilmu tajwid adalah termasuk ilmu syar'i yang mulia dan kemuliaannya terkait dengan kalam Allah ta'ala 7

Penisbatan Ilmu 

Ilmu tajwid adalah termasuk salah satu ilmu syar’i dan salah satu ilmu al Qur’an.

Syaikhoh DR. Rihab Mufid Syaqiqiy mengatakan

Penisbatannya: Ilmu tajwid adalah termasuk ilmu syar’i dan merupakan salah satu ilmu al Qur-an 8

Peletak Dasar Ilmu Tajwid9

Orang yang pertama kali meletakkan dasar ilmu ini secara praktek adalah nabi kita Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam. Malaikat jibril ‘alaihis salam mentalaqqi beliau shalalahu’alaihi wa sallam sesuai dengan yang diambil dari Allah azza wa jalla secara tajwid dan tartil. Kemudian Rosululloh shalallahu'alaihi wa sallam mentalaqqi para sahabat Rosululloh. Kemudian para tabi'in mempelajari al Quran secara talaqqi kepada para sahabat terus demikian hingga sampai kepada sampai zaman kita dari para ulama qiro-ah secara mutawattir.

Sedangan peletak dasar ilmu tajwid secara ilmiah, para ulama qiro-ah berbeda pendapat dalam penentuannya. Ada yang mengatakan, peletak dasar ilmu ini adalah Abul Aswad ad Du-ali. Ada yang mengatakan Abu 'Ubaid al Qosim ibn Salam yang wafat tahun 224 H dan ada juga yang mengetakan al Kholil ibn Ahmad dan selain itu.

Syaikhoh DR. Rihab mengatakan bahwa yang pertama kali menulis buku dalam bentuk natsr (uraian) tentang ilmu tajwid adalah Abu ‘Ubaid al Qosim ibn Salam. Sedangkan yang pertama kali menulis buku tentang ilmu tajwid dalam bentuk nazham (syair) adalah Abu Muzahim Musa ibn 'Ubaidillah al Khaaqoni dengan judul bukunya al Manzhumah al Khooqooniyyah fii Tajwiid al Qur-an. Abu Muzahim Musa wafat pada tahun 325 hijriyah.

Syaikhoh DR. Rihab juga mengatakan bahwa buku dalam ilmu tajwid yang paling ringkas dan mudah adalah Manzhumah al Muqoddimah fiimaa Yajibu 'Ala Qori-i al Qur-an An Ya'lamah. Kitab ini dtulis oleh Imam al Qurra' Muhammad ibn al Jazariy yang wafat tahun 833 hijriyah. Kitab ini dikenal dengan nama al Jazariyyah. Kitab ini sampai pada zaman kita ini dengan sanad yang bersambung sampai pada penulis, yaitu Muhammad ibn Jazariy 

Nama Ilmu Ini

Apa nama ilmu ini?

Ilmu ini bernama Ilmu Tajwid

Istimdad (sumber pengambilan ilmu)

Dari mana pokok ilmu ini diambil?

Sumber pengambilan ilmu dalam ilmu tajwid adalah dari cara Rosululloh shalallahu'alaihi wa sallam membaca al Qur'an kemudian dari cara para sahabat membaca al Qur'an. Begitu juga cara tabi'in dan tabi'ut tabi'in dan para imam Qiro-ah hingga sampai pada zaman kita dari para masyayikh dengan sanad mutawatir. 10

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid

Apa hukum mempelajari dan menerapkan ilmu tajwid ketika membaca al Qur’an?

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum mempelajari ilmu tajwid. Ada ulama yang mengatakan hukum mengamalkan ilmu tajwid adalah wajib. Ketika seseorang membaca al Qur'an wajib baginya menerapkan ilmu tajwid seluruhnya, jika tidak menerapkan maka ia berdosa dan berhak diberi hukuman

Ada juga yang mengatakan hukumnya tidak wajib. Karena menerapkan ilmu tajwid sangat sulit dilakukan oleh orang awam.Padahal islam tidaklah menghendaki kesulitan bagi manuia.

Namun ada yang berpendapat perlu adanya perincian, dan inilah pendapat yang memuaskan dan pertengahan. Hal ini dijawab oleh Syaikh Aiman Rusydi Suwaid dengan sebuah diagram berikut,

Penjelasan

  • Wajib mengamalkan makhorijul huruf dengan benar. Meninggalkannya harom secara mutlak. Contohnya adalah merubah ha’ pada  menjadi Kho’ (الرخمن) atau (الرهمن)

  • Sifat huruf yang ketika sifat huruf ini berubah akan mengakibatkan huruf keluar dari selain makhrojnya yang tepat. Berpegang dan mengamalkan sifat huruf ini wajib dan tidak mengamalkannya adalah haram secara mutlak. Contohnya adalah menebalkan huruf sin pada kata (عسى) dan menipiskan shod pada kata (عصى)

  • Sifat huruf yang berupa menambah bagus dan indah seperti sifat tauqiq pada ro' fathah (ro' al maftuuhah) dan ro' Dlomah (ro' al Madhmuumah) seperti pada kata (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ).

 

Kemudian seperti tidak adanya hams yang jelas dan tafasyi, tidak adanya waktu yang panjang pada huruf rokhowah yang disukun dengan ukuran kuat dan semua istilah yang disebut oleh para ulama dengan nama lahn khofiy (kesalahan samar). Hukum meninggalkan sifat ini terbagi dua.

    • Jika dalam keadaan talaqqi dan musyafahah maka wajib berpegang dengannya karena meninggalkan sifat huruf ini ketika talaqqi dan musyafahah adalah termasuk berdusta dalam meriwayatkan

    • Ketika dalam keadaan tilawah. Jika tilawah dilakukan oleh orang yang mutqin dan mengetahui hukumnya maka meninggalkan sifat huruf ini termasuk aib. Jika dilakukan orang umum maka tidak mengapa. 11

 

Pembahasan Inti Dalam Ilmu Tajwid 12

Pembahasan inti dalam ilmu tajwid adalah:

  • Makhorijul Huruf

  • Sifat Huruf Asli atau biasanya disebut Sifat Dzatiyah

  • Sifat Sifat yang muncul karena huruf yang telah tersusun biasanya disebut sifat ‘arodhoyyah, seperti:

    • Idghom harfain mutamatstsilain dan mutajanisain

    • Hukum lam syamsiyyah dan qomariyah

    • Hukum mim sakinah

    • Hukum nun sakinah dan tanwin

    • Hukum mad dan qoshr

  • Latihan lisan dan banyak pengulangan

Referensi

Abdul Fattah as Sayyid 'Ajmiy al Murshofiy.Hidayatul Qori Ila Tajwiidi Kalamil Baariy. Madinah al Munawwaroh: Maktabah Tohyyibah

Suwaid, DR. Aiman Rusydi.1432. at Tajwid al Mushowwar. Damaskus: Maktabah Ibnul Jazariy

Syaqiqiy, DR. Rihab Muhammad Mufiid. 1429. Hilyatu at Tilaawah Fii Tajwiid al Qur-an al Kariim. Saudi Arabia: Maktabah Rowaai' al Mamlakah

1

 DR. Rihaab. Hilyatut Tilawah. Halaman 51

2

 Ibid, DR. Aiman. Tajwid Mushowwar. Halaman 35; Abdul Fattaah. Hidayatul Qoriy. Halaman 45; Muhammad Shoodiq. al Burhan. Halaman 9 

3

 DR. Aiman. Tajwid Mushowwar. Halaman 35 

4

 Abdul Fattaah. Hidayatul Qoriy. Halaman 45

5

 Abdul Fattaah. Hidayatul Qoriy. Halaman 46

6

 DR. Rihaab. Hilyatut Tilawah. Halaman 51

7

 ibid

8

 Ibid, halaman 52

9

 Ibid, halaman 52; Abdul Fattaah. Hidayatul Qoriy. Halaman 46 

10

 Abdul Fattaah. Hidayatul Qoriy. Halaman 47 (terjemah bebas)

11

 DR. Rihaab. Hilyatut Tilawah. Halaman 54

12

 DR. Rihaab. Hilyatut Tilawah. Halaman 55; DR. Aiman. Tajwid Mushowwar. Halaman 39. Secara ringkas

Print Friendly, PDF & Email