Di zaman sekarang ini, kita sangat jarang mendengar pengobatan Nabawi dipopulerkan, diutamakan dan dibesarkan.

 

Bagi seorang muslim yang dididik untuk mencintai nabi-Nya perlu sekali mengetahui bahwa ternyata banyak sekali petunjuk-petunjuk dari nabi kita shalallahu’alaihi wa sallam tentang pengobatan dan kesehatan. Jika kita mengaku cinta nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka tentunya kita berambisi mencari tahu, mengamalkan, dan menganjurkan semua arahan beliau termasuk dalam pengobatan.

 

Namun di zaman ini, kita jarang menemui dokter atau ahli farmasi yang melakukannya. Kita berhusnudhon, mungkin mereka belum mempelajarinya di kuliahnya. Namun, ini harusnya menjadi pelecut semangat agar sahabat muslim yang bergerak di bidang kesehatan berusaha memasukkan pengobatan Nabawi di kurikulum kedokteran atau bahkan berusaha meneliti dan mempopulerkannya dengan bekerjasama dengan para tabib yang terlebih dahulu menguasai kaidah pengobatannya.

 

Tulisan ini bukan terkait metode pengobatannya, hanya kami ingin dan merindukan semangat besar dari semua yang bergerak di bidang kesehatan untuk meneliti dan mengembangkan pengobatan yang disebutkan oleh nabi kita shalallahu ‘alaihi wa sallam.

 

 

• Habbatussauda

 

Tahukah anda kalau habbatussauda disebutkan dalam kitab shohih Bukhari dan Muslim? Artinya validitas haditsnya tidak perlu kita ragukan lagi.

 

Imam Bukhari dan Imam Muslim memiliki perhatian besar pada hadits habbatussauda. Ini bisa dilihat dengan penulisan bab yang mengumpulkan hadits hadits khusus tentang habbatussauda.

 

Imam Bukhari rahimahullah mengatakan dalam

 

بَابُ الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ.

(Bab Habbatussauda)

 

Imam Muslim rahimahullah mengatakan dalam,

 

بَابُ التَّدَاوِي بِالْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ.

(Bab Berobat dengan Habbatussauda’)

 

Sekarang mari kita simak satu hadits saja.

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

 

” فِي الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا السَّامَ “. قَالَ ابْنُ شِهَابٍ : وَالسَّامُ : الْمَوْتُ، وَالْحَبَّةُ السَّوْدَاءُ : الشُّونِيزُ.

 

“Pada habbatussauda ada kesembuhan dari semua penyakit, kecuali as Saam”

 

Ibnu Syihab (perawi hadits ini) mengatakan bahwa as Saam adalah kematian, habbatussauda adalah asy Syuniiz.

(Hadits Bukhari nomor 5688, Muslim nomor 2215)

 

• Kayu India (Qusthul Hind)

 

Imam Bukhari rahimahullah berkata dalam

 

بَابُ السَّعُوطِ بِالْقُسْطِ الْهِنْدِيِّ الْبَحْرِيِّ،

(Bab Qusthul Hind dan Qusthul Bahriy)

 

Untuk memahami, mari kita simak ucapan Abu Bakar bin Al ‘Arobiy

 

القسط نوعان: هندي وهو أسود، وبحري وهو أبيض، والهندي أشدهما حرارة

 

“Al Qusthu ada dua macam; India berwarna hitam dan Bahrain berwarna putih. Al Qusthu dari India lebih panas.”

 

Al Qusthu ini adalah kayu yang biasanya digunakan untuk obat dan dibakar untuk pengharum ruangan.

 

Imam Muslim rahimahullah berkata dalam

 

بَابٌ : التَّدَاوِي بِالْعُودِ الْهِنْدِيِّ، وَهُوَ الْكُسْتُ.

(Bab Pengobatan Dengan Kayu India yaitu Al Kustu)

 

Al-Qusthu kadang bisa juga disebut Al Kustu. Ini dijelaskan oleh Imam Bukhari dalam judul babnya.

 

Sekarang mari kita simak satu haditsnya saja,

 

Dari Ummu Qais binti Mihshan, beliau mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْعُودِ الْهِنْدِيِّ ؛ فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ، يُسْتَعَطُ بِهِ مِنَ الْعُذْرَةِ ، وَيُلَدُّ بِهِ مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِ

 

“Ambillah kayu India ini, pada kayu ini ada 7 kesembuhan. Dihirup untuk penyakit ‘Udzroh dan menyembuhkan Dzatu Al Janbi.”

 

العذرة: وجع وورم في الحلق.

 

“‘Udzroh adalah nyeri dan bengkak pada tenggorokan.”

 

رياح غليظة تحتقن بين الصفاقات والعضل التي في الصدر والأضلاع فتحدث وجعا.

 

“Angin banyak yang terkumpul antara tulang dan otot di dada dan dan tulang rusuk sehingga menyebabkan nyeri.”

 

Sekarang saya ajak anda menelaah keterangan Ibnu Hajar Al Asqolani yang sangat menarik ketika menjelaskan manfaat Qusthu Al Hind ini. Beliau menjelaskan tentang 7 kesembuhan,

 

أُصُولَ صِفَةَ التَّدَاوِي بِهَا، لِأَنَّهَا إِمَّا طِلَاءٌ أَوْ شُرْبٌ أَوْ تَكْمِيدٌ أَوْ تَنْطِيلٌ أَوْ تَبْخِيرٌ أَوْ سَعُوطٌ أَوْ لَدُودٌ،

 

Pokok dasar sifat pengobatan ada 7, di antaranya; Thilaa’ (mengoles), Syurbun (diminum), Takmid (dibalut ramuan), Tanthil, Tabkhir (dibakar dihirup uapnya), Sa’uth (diteteskan di hidung), dan Ladud.

 

فَالطِّلَاءُ يَدْخُلُ فِي الْمَرَاهِمِ وَيُحَلَّى بِالزَّيْتِ وَيُلَطَّخُ وَكَذَا التَّكْمِيدُ،

 

“Maka ath-Thila’ adalah memasukkan dalam semacam salep ditambah zaitun dan dioleskan. Begitu juga at-Takmid.”

 

وَالشُّرْبُ يُسْحَقُ وَيُجْعَلُ فِي عَسَلٍ أَوْ مَاءٍ أَوْ غَيْرِهِمَا، وَكَذَا التَّنْطِيلُ،

 

“Asy-Syurb adalah dengan menghancurkan dan melarutkan dalam madu atau air atau selain keduanya, begitu juga at-Tanthil.”

 

وَالسَّعُوطُ يُسْحَقُ فِي زَيْتٍ وَيُقْطَرُ فِي الْأَنْفِ، وَكَذَا الدُّهْنُ

 

“As Sa’uth adalah menghancurkan sesuatu dalam zaitun kemudian diteteskan di hidung, begitu juga dengan ad-Duhn.”

 

وَالتَّبْخِيرُ وَاضِحٌ،

 

Tabkhir sudah jelas (dibakar untuk dihirup asapnya).

(Fathul Bari)

 

Dalam Shahih Bukhari ada kitab ath Thib (Obat-obatan). Bukankah akan sangat menarik jika para dokter dan ahli farmasi ikut mengkaji hadits demi hadits dalam kitab ini dan menjadikannya sebagai sumber penelitian?

 

(Fawaid Abu Ahmad Ricki Al Malanjiy)

 

Ingin mendapatkan faidah harian seperti ini? Yuk, gabung di grup info Kuttab Rumah Qur’an!

 

https://chat.whatsapp.com/K4dODXojzlF5sisFKCq1Aq

Seruan untuk Calon Dokter dan Ahli Farmasi Muslim Masa Depan

Di zaman sekarang ini, kita sangat jarang mendengar pengobatan Nabawi dipopulerkan, diutamakan dan dibesarkan.

Bagi seorang muslim yang dididik untuk mencintai nabi-Nya perlu sekali mengetahui bahwa ternyata banyak sekali petunjuk-petunjuk dari nabi kita shalallahu’alaihi wa sallam tentang pengobatan dan kesehatan. Jika kita mengaku cinta nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka tentunya kita berambisi mencari tahu, mengamalkan, dan menganjurkan semua arahan beliau termasuk dalam pengobatan.

Namun di zaman ini, kita jarang menemui dokter atau ahli farmasi yang melakukannya. Kita berhusnudhon, mungkin mereka belum mempelajarinya di kuliahnya. Namun, ini harusnya menjadi pelecut semangat agar sahabat muslim yang bergerak di bidang kesehatan berusaha memasukkan pengobatan Nabawi di kurikulum kedokteran atau bahkan berusaha meneliti dan mempopulerkannya dengan bekerjasama dengan para tabib yang terlebih dahulu menguasai kaidah pengobatannya.

Tulisan ini bukan terkait metode pengobatannya, hanya kami ingin dan merindukan semangat besar dari semua yang bergerak di bidang kesehatan untuk meneliti dan mengembangkan pengobatan yang disebutkan oleh nabi kita shalallahu ‘alaihi wa sallam.

 

• Habbatussauda

Tahukah anda kalau habbatussauda disebutkan dalam kitab shohih Bukhari dan Muslim? Artinya validitas haditsnya tidak perlu kita ragukan lagi.

Imam Bukhari dan Imam Muslim memiliki perhatian besar pada hadits habbatussauda. Ini bisa dilihat dengan penulisan bab yang mengumpulkan hadits hadits khusus tentang habbatussauda.

Imam Bukhari rahimahullah mengatakan dalam

بَابُ الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ.
(Bab Habbatussauda)

Imam Muslim rahimahullah mengatakan dalam,

بَابُ التَّدَاوِي بِالْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ.
(Bab Berobat dengan Habbatussauda’)

Sekarang mari kita simak satu hadits saja.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

” فِي الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا السَّامَ “. قَالَ ابْنُ شِهَابٍ : وَالسَّامُ : الْمَوْتُ، وَالْحَبَّةُ السَّوْدَاءُ : الشُّونِيزُ.

“Pada habbatussauda ada kesembuhan dari semua penyakit, kecuali as Saam”

Ibnu Syihab (perawi hadits ini) mengatakan bahwa as Saam adalah kematian, habbatussauda adalah asy Syuniiz.
(Hadits Bukhari nomor 5688, Muslim nomor 2215)

• Kayu India (Qusthul Hind)

Imam Bukhari rahimahullah berkata dalam

بَابُ السَّعُوطِ بِالْقُسْطِ الْهِنْدِيِّ الْبَحْرِيِّ،
(Bab Qusthul Hind dan Qusthul Bahriy)

Untuk memahami, mari kita simak ucapan Abu Bakar bin Al ‘Arobiy

القسط نوعان: هندي وهو أسود، وبحري وهو أبيض، والهندي أشدهما حرارة

“Al Qusthu ada dua macam; India berwarna hitam dan Bahrain berwarna putih. Al Qusthu dari India lebih panas.”

Al Qusthu ini adalah kayu yang biasanya digunakan untuk obat dan dibakar untuk pengharum ruangan.

Imam Muslim rahimahullah berkata dalam

بَابٌ : التَّدَاوِي بِالْعُودِ الْهِنْدِيِّ، وَهُوَ الْكُسْتُ.
(Bab Pengobatan Dengan Kayu India yaitu Al Kustu)

Al-Qusthu kadang bisa juga disebut Al Kustu. Ini dijelaskan oleh Imam Bukhari dalam judul babnya.

Sekarang mari kita simak satu haditsnya saja,

Dari Ummu Qais binti Mihshan, beliau mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْعُودِ الْهِنْدِيِّ ؛ فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ، يُسْتَعَطُ بِهِ مِنَ الْعُذْرَةِ ، وَيُلَدُّ بِهِ مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِ

“Ambillah kayu India ini, pada kayu ini ada 7 kesembuhan. Dihirup untuk penyakit ‘Udzroh dan menyembuhkan Dzatu Al Janbi.”

العذرة: وجع وورم في الحلق.

“‘Udzroh adalah nyeri dan bengkak pada tenggorokan.”

رياح غليظة تحتقن بين الصفاقات والعضل التي في الصدر والأضلاع فتحدث وجعا.

“Angin banyak yang terkumpul antara tulang dan otot di dada dan dan tulang rusuk sehingga menyebabkan nyeri.”

Sekarang saya ajak anda menelaah keterangan Ibnu Hajar Al Asqolani yang sangat menarik ketika menjelaskan manfaat Qusthu Al Hind ini. Beliau menjelaskan tentang 7 kesembuhan,

أُصُولَ صِفَةَ التَّدَاوِي بِهَا، لِأَنَّهَا إِمَّا طِلَاءٌ أَوْ شُرْبٌ أَوْ تَكْمِيدٌ أَوْ تَنْطِيلٌ أَوْ تَبْخِيرٌ أَوْ سَعُوطٌ أَوْ لَدُودٌ،

Pokok dasar sifat pengobatan ada 7, di antaranya; Thilaa’ (mengoles), Syurbun (diminum), Takmid (dibalut ramuan), Tanthil, Tabkhir (dibakar dihirup uapnya), Sa’uth (diteteskan di hidung), dan Ladud.

فَالطِّلَاءُ يَدْخُلُ فِي الْمَرَاهِمِ وَيُحَلَّى بِالزَّيْتِ وَيُلَطَّخُ وَكَذَا التَّكْمِيدُ،

“Maka ath-Thila’ adalah memasukkan dalam semacam salep ditambah zaitun dan dioleskan. Begitu juga at-Takmid.”

وَالشُّرْبُ يُسْحَقُ وَيُجْعَلُ فِي عَسَلٍ أَوْ مَاءٍ أَوْ غَيْرِهِمَا، وَكَذَا التَّنْطِيلُ،

“Asy-Syurb adalah dengan menghancurkan dan melarutkan dalam madu atau air atau selain keduanya, begitu juga at-Tanthil.”

وَالسَّعُوطُ يُسْحَقُ فِي زَيْتٍ وَيُقْطَرُ فِي الْأَنْفِ، وَكَذَا الدُّهْنُ

“As Sa’uth adalah menghancurkan sesuatu dalam zaitun kemudian diteteskan di hidung, begitu juga dengan ad-Duhn.”

وَالتَّبْخِيرُ وَاضِحٌ،

Tabkhir sudah jelas (dibakar untuk dihirup asapnya).
(Fathul Bari)

Dalam Shahih Bukhari ada kitab ath Thib (Obat-obatan). Bukankah akan sangat menarik jika para dokter dan ahli farmasi ikut mengkaji hadits demi hadits dalam kitab ini dan menjadikannya sebagai sumber penelitian?

(Fawaid Abu Ahmad Ricki Al Malanjiy)

Ingin mendapatkan faidah harian seperti ini? Yuk, gabung di grup info Kuttab Rumah Qur’an!

https://chat.whatsapp.com/K4dODXojzlF5sisFKCq1Aq

Print Friendly, PDF & Email