———–

Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنَّخَيْرَالْحَدِيثِكِتَابُاللَّهِ،وَخَيْرُالْهُدَىهُدَىمُحَمَّدٍ

“Sebaik-baik ucapan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shalallahu alaihi wa  sallam.”

(Hadits Muslim nomor 867)

———-

 

Jika ada orang ditanya, “Bolehkan minum sirup?” Maka jawabannya, “Boleh, karena Islam tidak melarangnya.”

Jika disodorkan madu dan sirup apakah boleh orang minum keduanya? Maka jawabannya boleh, dengan alasan yang sama.

Namun, jika diminta kepada orang itu, pilihlah di antara sirup dan madu yang terbaik untuk kesehatanmu, maka semua sepakat bahwa madu adalah pilihannya.

Dalam ilmu pengobatan dan ilmu pendidikan, Allah dan Nabi kita shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan petunjuk-petunjuk luar biasa dalam Al Qur’an dan Al Hadits. Namun, terkadang kita tidak mau mengambilnya karena pandangan kita selama ini takjub dengan selain keduanya. Secara hukum fiqih, semua urusan dunia boleh kecuali ada larangannya. Namun, di sana ada yang terbaik di antara yang boleh, yaitu yang selaras dengan petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.

Nah, tulisan ini adalah sekedar memaparkan penjelasan ulama multitalenta yang pandangannya selalu takjub dengan Al Qur’an dan As Sunnah sehingga seumur hidupnya digunakan untuk membelanya dalam bidang ilmu penyakit dan pengobatannya. Beliau adalah Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah rohimahullah. Mari kita simak untaian kaidah-kaidah pengobatan yang beliau sebutkan.

 

Sikap Jika Pengobatan Nabi Tidak Masuk Akal Menurut Para Dokter

Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah berkata,

ونبينمافيهمنالحكمةالتيتعجزعقولأكثرالأطباءعنالوصولإليها،وأننسبةطبهمإليهاكنسبةطبالعجائزإلىطبهم

Nabi kita shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam ilmu pengobatan memiliki hikmah yang membuat lemah akal kebanyakan dokter/ ahli pengobatan untuk memahaminya. Permisalan pengobatan mereka dibanding pengobatan nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah seperti obat yang sangat lemah dibandingkan pengobatan mereka.

Selesai nukilan

Ini kaidah penting kalau kita memahami bahwa sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi kita shalallahu ‘alaihi wa sallam. Terkadang pengobatan nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dianggap tidak masuk akal. Ini bukan berarti nabi shalallahu’alaihi wa sallam yang keliru, tetapi ilmu para dokterlah yang belum sampai kepadanya.

 

Dua Macam Penyakit Menurut Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah

Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah berkata,

المرض: نوعانمرضالقلوب،ومرضالأبدان،وهمامذكورانفيالقرآن.

ومرضالقلوب: نوعان: مرضشبهةوشك،ومرضشهوةوغي،وكلاهمافيالقرآن

“Penyakit  itu ada dua macam, (1) penyakit hati, dan (2) penyakit badan. Kedua macam penyakit ini disebutkan dalam Al Qur’an. Penyakit hati ada dua macam, (1) Penyakit syubhat dan keraguan; dan (2) penyakit syahwat dan penyimpangan.”

Selesai nukilan

Nukilan ini adalah bukti kecintaan Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah pada kaidah-kaidah dalam Al Qur’an. Beliau mampu mengambil istinbath dengan kemampuan beliau dari Al Qur’an dan merumuskan dua macam penyakit.

Dalam kalimat beliau ini juga terkandung faidah pengqiyasan antara penyakit hati dan penyakit badan serta cara mengobatinya.

 

3 Kaidah Dalam Pengobatan

Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah berkata,

أنقواعدطبالأبدانثلاثةحفظالصحة،والحميةعنالمؤذي،واستفراغالموادالفاسدة،فذكرسبحانههذهالأصولالثلاثةفيهذهالمواضعالثلاثة.

“Kaidah dalam mengobati badan ada tiga, yaitu: (1) menjaga kesehatan, (2) menjaga diri dari penyebab sakit, (3) mengeluarkan unsur yang buruk dari badan. Allah menyebutkan 3 kaidah pokok ini di 3 tempat (dalam Al Qur’an).”

Selesai nukilan

Di sini Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah memaparkan 3 kaidah dasar untuk mengobati penyakit. Bahkan, beliau mengatakan 3 kaidah ini disebut dalam Al Qur’an. Ini lagi-lagi menunjukkan kecintaan beliau dengan Al Qur’an. Beliau mampu mengambil faidah ilmu kedokteran dari Al Qur’an.

 

Obat Kimia/ Farmasi Menurut Ibnul Qoyyim

Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah berkata,

فَكَانَمِنْهَدْيِهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَفِعْلُالتَّدَاوِيفِينَفْسِهِ،وَالْأَمْرُبِهِلِمَنْأَصَابَهُمَرَضٌمِنْأَهْلِهِوَأَصْحَابِهِ،وَلَكِنْلَمْيَكُنْمِنْهَدْيِهِوَلَاهَدْيِأَصْحَابِهِاسْتِعْمَالُهَذِهِالْأَدْوِيَةِالْمُرَكَّبَةِالَّتِيتُسَمَّىأَقْرَبَاذِينَ،بَلْكَانَغَالِبُأَدْوِيَتِهِمْبِالْمُفْرَدَاتِ،وَرُبَّمَاأَضَافُواإِلَىالْمُفْرَدِمَايُعَاوِنُهُ،أَوْيَكْسِرُسَوْرَتَهُ،وَهَذَاغَالِبُطِبِّالْأُمَمِعَلَىاخْتِلَافِأَجْنَاسِهَامِنَالْعَرَبِوَالتُّرْكِ،وَأَهْلِالْبَوَادِيقَاطِبَةً،وَإِنَّمَاعُنِيَبِالْمُرَكَّبَاتِالرُّومُوَالْيُونَانِيُّونَ،وَأَكْثَرُطِبِّالْهِنْدِبِالْمُفْرَدَاتِ.

“Adalah termasuk petunjuk nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengobati diri sendiri, dan memerintahkannya juga pada sahabat beliau dan keluarga beliau yang tertimpa penyakit. Bukanlah termasuk petunjuk beliau dan para sahabat beliau untuk berobat dengan obat murokkabah (ramuan obat) yang dinamakan aqrobadzin (obat farmasi/kimia), bahkan pada umumnya beliau berobat dengan obat tunggal. Terkadang beliau mencampur dengan obat tunggal lain yang mendukung kinerjanya, atau menghancurkan bentuknya. Seperti inilah pengobatan seluruh Arab, Turki, dan penduduk padang pasir dengan berbagai jenisnya. Kaum yang memiliki perhatian pada obat murokkab adalah kaum Romawi dan Yunani sedangkan kebanyakan obat kaum India adalah obat tunggal.”

Selesai nukilan

Sebenarnya banyak sekali kaidah-kaidah pengobatan menarik dalam buku beliau ini, tetapi tujuan tulisan ini hanyalah sekedar mendorong Anda untuk kembali menggali keilmuan Islam agar kita memegang kendali peradaban dan tidak hanya menjadi pengikut dari peradaban kaum lain.

 

Kesimpulan

Pada zaman modern ini, sangat sedikit sekali orang yang perhatian dengan pengobatan nabawi. Jarang kita temui solusi-solusi pengobatan dan penelitiannya dengan mengusung pengobatan nabawi.

Alangkah indahnya jika kaum muslimin seluruhnya tergerak untuk kembali mempelajari harta karun keilmuan yang dirumuskan para ulama kita dizaman lampau dan mengembangkannya dizaman sekarang.

Para ulama kita memiliki perbendaharaan ilmu yang dicuri sebagian oleh peradaban barat dan mereka mengembangkannya, mereka berhasil memimpin dunia dengan cara ini. Bagaimana jika kita yang menggali harta karun keilmuan para ulama kita sendiri kemudian mengembangkannya? Mungkin Allah akan mengembalikan kejayaan peradaban kaum muslimin dimasa depan karena mereka kembali pada agama mereka sendiri dan para pembawanya. Banyak sekali harta karun keilmuan yang belum tergali dari para ulama Islam. Ilmu pendidikan, ilmu parenting, ilmu kedokteran, ilmu sains, ilmu tata kota, dll.

Semoga Allah menjadikan Anda tergerak untuk kembali mengarahkan pandangan pada agama kita setelah anda membaca keajaiban ilmu pengobatan yang disebutkan Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah ini.

 

04.00, Sabtu, 18 Safar 1443 (25 September 2021)

Rumah kontrakan yang 5 hari lagi habis masanya: Perumahan Grandsuroso 1, kavling B18, Malang

Abu Ahmad Ricki Al Malanjiy

Sumber Bacaan: Zaadul Maad Karya Ibnul Qayyim al Jauziyyah

Print Friendly, PDF & Email