Hadits ke-1275 | Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu

1275. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Pada hari ini saya ditemui oleh seorang laki-laki yang bertanya mengenai sesuatu yang tidak saya ketahui jawabannya. Dia bertanya, “Bagaimana menurut kamu seorang laki-laki yang mampu dan giat pergi bertempur menyertai pemimpin-pemimpin kami, kemudian pemimpin tersebut memerintahkan kepada kami hal-hal yang tidak mampu kami laksanakan?” Abdullah bin Masud menjawab, “Demi Allah saya tidak tahu apa yang harus saya berikan sebagai jawaban kepadamu. Namun selama kami menyertai Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau tidak memerintahkan sesuatu yang tidak mampu kami laksanakan. Siapa pun di antara kamu selalu berada dalam kebaikan selama ia bertakwa kepada Allah. Orang yang meragukan sesuatu sebaiknya bertanya kepada orang lain yang bisa menjelaskan dengan jawaban yang benar. Tetapi akan datang suatu masa yang ketika itu kamu tidak dapat menemukan orang yang bisa memberikan jawaban dengan benar. Demi Allah yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia! Saya memisalkan keadaan dunia ini seperti kolam, airnya yang bening diminum dan lambat laun akan habis, sedangkan lumpurnya yang keruh dibiarkan tersisa.” (Mungkin maksudnya semakin hari orang-orang shalih semakin berkurang sehingga yang tersisa banyak adalah orang-orang yang durhaka.) (HR. Al Bukhari no. 2964)

Penjelasan Hadits

Tujuan dijadikannya imam atau pemimpin adalah untuk memberikan kemaslahatan atau kebaikan kepada Allah.

Seseorang datang kepada Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dan bertanya sesuatu yang Abdullah bin Masud tidak tahu jawabannya. Dia bertanya tentang seorang pemimpin yang memerintahkan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh rakyatnya. Beliau menjawab tidak tahu dan hanya mengisahkan bagaimana beliau saat dalam kepemimpinan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau tidak pernah memerintahkan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh rakyat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diantara hikmahnya adalah kita harus mengikuti sunnah (jalan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Khulafaur Rasyidin karena tidak ada pemimpin dan kepemimpinan sebaik mereka, bahkan sekelas kepemimpinan Muawiyyah sekali pun. Tidak ada rakyat yang tidak tercukupi kebutuhannya.

Maka Abdullah bin Mas’ud mengisahkan bagaimana kepemimpinan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak pernah membebani orang lain yaitu rakyat beliau. Abdullah bin Mas’ud menasihati untuk selalu bertakwa sehingga mereka selalu dalam kebaikan. Ketika datang keraguan, maka mereka diminta untuk menanyakan hal tersebut kepada orang yang bisa menjelaskan kebenaran kepada mereka. Akan tetapi akan datang masa di mana tidak ada lagi orang yang bisa menjelaskan tentang kebenaran. Karena semakin berkembangnya zaman, dunia ini akan semakin menurun kualitasnya.

Abdullah bin Mas’ud mengibaratkan dunia ini seperti kolam yang bening airnya, lalu lambat laun airnya akan habis dan hanya menyisakan lumpur yang keruh. Inilah hakikat dunia yang sangat rendah. Ambillah bagian dari dunia ini sesuai kebutuhan saja.

Wallahu a’lam

Dikutip dari kajian hadits Shahih Al Bukhari yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Amin pada tanggal 09 Rabi’ul Akhir 1443 H / 14 November 2021 M.

Diringkas oleh Ustadzah Ela (Pengajar dan wali kelas 1 SDTA Kuttab Rumah Qur’an).

 

 

 

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email