======

Fawaid Abu Ahmad Ricki Al Malanjiy

Apa yang anda lakukan ketika melihat ada anak yang masuk ruangan tanpa mengetuk pintu dan mengucap salam? Hanya menasihatinya saja atau menyuruhnya keluar kembali, kemudian masuk dengan cara yang benar dengan mengetuk pintu, mengucapkan salam dan meminta izin untuk masuk?

Terkadang kesalahan anak harus kita perbaiki dengan cara membiasakannya melakukan perbuatan yang benar. Sekolah kami -TAUD KurmaQu dan SDTA KurmaQu- memiliki banyak SOP perbaikan adab anak. Di antaranya, jika ada kasus seperti di atas, kami akan meminta anak keluar dan kembali masuk ke dalam ruangan dengan cara benar. Ini berlaku juga dalam membiasakan prosedur buka tutup pintu, meletakkan sandal pada rak, prosedur naik tangga, dll.

Ini adalah salah satu teknik untuk membiasakan anak berbuat kebaikan. Jika mereka melakukan kesalahan, baik disengaja atau pun tidak, maka kita tidak boleh membiarkannya dan harus meluruskannya.

Teknik ini berulang kali dipraktikkan nabi kita shallallahu’alaihi wa sallam, mari, saya ajak anda menyimaknya.

 

  • Hadits Mengajarkan Adab Salam

 أَنَّ كَلَدَةَ بْنَ حَنْبَلٍ أَخْبَرَهُ ، أَنَّ صَفْوَانَ بْنَ أُمَيَّةَ بَعَثَهُ بِلَبَنٍ وَلِبَأٍ وَضَغَابِيسَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ، وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَعْلَى الْوَادِي،

Kaladah bin Hanbal memberitakan bahwa suatu ketika Shofwan bin Umayyah mengutusnya untuk menyuguhkan susu, anggur muda, mentimun kecil kepada Nabi ﷺ sedangkan saat itu beliau berada di dataran tinggi dari sebuah lembah.

 

قَالَ : فَدَخَلْتُ عَلَيْهِ وَلَمْ أُسَلِّمْ، وَلَمْ أَسْتَأْذِنْ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ : ” ارْجِعْ فَقُلِ : السَّلَامُ عَلَيْكُمْ، أَأَدْخُلُ ؟ ” وَذَلِكَ بَعْدَمَا أَسْلَمَ صَفْوَانُ،

Kaladah berkata: Kemudian aku masuk menemui beliau dan belum mengucapkan salam dan belum izin untuk masuk. Kemudian Nabi ﷺ bersabda: “Kembalilah kemudian ucapkan (السَّلَامُ عَلَيْكُم) bolehkah aku masuk?”

Peristiwa ini terjadi setelah Islamnya Shofwan bin Umayyah. (HR Tirmidzi nomor 2710, Hadits Shohih)

Syahid kita dari hadits ini adalah ketika nabi ﷺ melihat Kaladah masuk tanpa mengucapkan salam, beliau tidak panjang lebar menerangkan pentingnya salam. Beliau langsung memintanya kembali keluar, mengucapkan salam, dan meminta izin sebelum masuk.

 

  • Hadits Orang yang Keliru dalam Sholat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى،

Dari Abu Huroiroh, suatu ketika Rosululloh ﷺ masuk masjid kemudian ada lelaki masuk dan sholat.

 فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَرَدَّ وَقَالَ : “ارْجِعْ فَصَلِّ ؛ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ”

Kemudian laki-laki itu mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ, dan beliau ﷺ membalas salam itu dan bersabda:

ارْجِعْ فَصَلِّ ؛ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ

Kembalilah, kemudian (ulangi) sholat, sesungguhnya kamu belum sholat. (Mutafaqqun ‘Alaihi)

 

Syahid kita dari hadits ini adalah ketika Nabi ﷺ melihat ada orang yang keliru dalam hal sholat, beliau memerintahkan agar orang itu langsung mengulangi hingga 3 kali. Ketika pengulangan ketiga, orang tersebut belum juga menyadari kesalahannya dan meminta kepada nabi ﷺ mengajarinya, barulah beliau mengajari sholat yang benar kepada orang tersebut.

 

  • Hadits Orang yang Wudunya Jelek

أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَنَّ رَجُلًا تَوَضَّأَ، فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى قَدَمِهِ، فَأَبْصَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: “ارْجِعْ، فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ” فَرَجَعَ، ثُمَّ صَلَّى.

Umar bin Khaththab mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki berwudu. Kemudian orang itu menyisakan sebagian kecil dari kakinya tidak terkena air wudu. Nabi ﷺ melihat hal itu dan bersabda,

ارْجِعْ، فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ

Kembalilah dan perbaiki wudumu.

Kemudian ia kembali berwudu dan sholat. (HR Muslim nomor 243)

 

Syahid kita dalam hadits ini adalah ketika nabi ﷺ melihat kesalahan dalam berwudu, beliau langsung meminta orang tersebut untuk berwudu kembali dengan memperbaiki caranya.

Nah, dari sini kita mengetahui, Parenting Islam adalah parenting terbaik. Jika kita mengenal teknik ini dari parenting selain Islam, ternyata teknik meminta anak mengulangi perbuatan dengan menunjukkan cara yang benar adalah cara sangat efektif untuk membiasakan dan mengajarkan kebaikan.

Semoga bermanfaat.

Abu Ahmad Ricki Al Malanjiy

Print Friendly, PDF & Email