Author name: KuttabRuQu

Uncategorized

Kunjungan Ke Panti Lansia al Ishlah

Beberapa hari yang lalu, orang tua walisantri SDTA Kuttab Rumah Qur’an bermusyawarah dan berinisiatif untuk mengajak para santri berkunjung ke Panti Lansia atau lebih kita kenal dengan Panti Jompo. Mereka berinisiatif mengumpulkan donasi, menyiapkan kendaraan, survey tempat hingga berkoordinasi dengan pemilik panti. Hari ini, Sabtu, 17 Jumada Ula 1439 (3 Februari 2018) kami mengadakan kunjungan ke Panti Lansia di Blimbing. Kami diantar oleh 2 mobil walisantri dan 1 mobil sewa. Acara kami mulai dengan berbaris dan pengarahan tentang adab-adab bertamu. Setelah itu kamipun bersama ke panti Lansia. Ketika mobil yang kami kendarai masuk ke panti, tampak oleh saya, beberapa nenek-nenek berada di atas kursi roda sedang berjemur dibawah sinar matahari. Setelah mobil berhenti, sayapun mencari pengelola panti, dan tampaklah sosok bapak berwajah lembut tampak memperhatikan kami. Beliau bernama Pak Nur. Kemudian sayapun menyapanya dan bercakap-cakap sedikit mengenai tujuan kami datang ke panti Lansia adalah ingin menanamkan kepada anak-anak kami birrul walidain. Tampak oleh saya hidung bapak ini sedikit memerah dan mata yang berkaca-kaca. Seakan wajahnya menyiratkan keharuan yang tertahan. Setelah itu kamipun dipersilahkan untuk masuk menempati mushola untuk membekali para santri sedikit gambaran tentang panti Lansia al Ishlah ini. [Modula id=’11’] Kemudian acara saya mulai dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya birrul walidain. Bahwa salah satu pintu surga adalah birrul walidain. الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه Berbakti kepada kedua orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kamu menginginkan, maka jagalah orang tuamu. Hadits Hasan Shohih Riwayat Imam Tirmidzi Dan celakalah orang-orang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup, namun hal itu tidak bisa mengantarkannya ke surga. رغمَ أنفُ ، ثم رغم أنفُ ، ثم رغم أنفُ قيل : من ؟ يا رسولَ اللهِ ! قال : من أدرك أبويه عند الكبرِ ، أحدَّهما أو كليهما فلم يَدْخلِ الجنةَ “Kehinaan, kehinaan, kehinaan“. Para sahabat bertanya: “siapa wahai Rasulullah?”. Nabi menjawab: “Orang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup ketika mereka sudah tua, baik salah satuya atau keduanya, namun orang tadi tidak masuk surga” Hadits Riwayat Muslim Kemudian mulailah bapak Nur, yang membuat hati ini tergoncang. Jika Allah tidak menolong, mungkin mata ini sudah bercucuran air mata bersama ibu-ibu walisantri dan guru SDTA yang tampak meneteskan air mata. Memang dengan mengunjungi orang yang lebih susah daripada kita akan membuka dan melembutkan hati kita. Mengapa kita sampai meneteskan air mata?. Bapak Nur bercerita tentang anak-anak yang dahulu ketika kecil mungkin dirawat oleh orang tua mereka. Kemudian setelah mereka kaya dan sukses mereka dengan teganya meletakkan orang tua mereka di panti Lansia ini. Bahkan Pak Nur, bercerita bahwa di panti beliau baru kemarin meninggal 2 orang lansia tanpa didampingi sanak saudara mereka. Pak Nur juga sempat bercerita ada anak-anak “durhaka” yang tidak mau orang tuanya dirumah mereka. Orang tua mereka dititipkan antara panti satu dengan panti lainnya. Allahu Akbar…, semoga Allah menjadikan kita istiqomah di jalan sunnah sehingga tidak menelantarkan orang tua kita seperti apa yang terjadi di panti Lansia ini. Pak Nur juga bercerita tentang kisah-kisah merawat para lansia ini. Ada diantara mereka yang sering berteriak-teriak, ada yang sudah pikun hingga minta makan berulang kali. Sungguh ujian dan kesabaran besar ketika kita merawat orang tua yang sudah tua. Itulah sebabnya al Qur’an menjelaskan tentang adab dan birul walidain ini dengan firman-Nya, وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا “Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” Al-Israa’ : 23-24 Kemudian pengarahan ini, saya tutup dengan mengingatkan diri kita masing-masing bahwa ketika kita mengejar dunia, jabatan, uang nanti semua ini tidak akan bermanfaat di hari tua kita. Berbeda jika kita menanam kebaikan dan mengejar akhirat. Ini akan menjadi penolong kita di masa tua dan diakherat kelak. Tampak sekali mata beberapa santri berkaca-kaca setelah mendengar kisah yang disampaikan pak Nur. Karena itulah, kita selalu berdoa ketika dzikir pagi dan petang: رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ. Robbku, aku berlindung kepadamu dari kemalasan dan KEBURUKAN DI HARI TUA. Robbku aku berlindung dari adzab di neraka dan adzab di kubur. Kemudian kamipun berkeliling menyalami beberapa nenek-nenek di panti Lansia ini. Tampak sekali mereka senang dengan kehadiran kami bersama para santri. Setelah kunjungan di panti lansia selesai, kamipun meluncur kembali ke taman bermain. Setelah para santri puas bermain, kami kembali ke TAUD Kuttab Rumah Qur’an tepat waktu sesuai dengan yang direncanakan. Saya dan guru SDTA Kuttab Rumah Qur’an mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Tim Ikatan Guru dan Wali Santri SDTA Kuttab Rumah Qur’an yang telah berupaya mengadakan acara ini sebagai wasilah mengajarkan empati dan berbakti kepada kedua orang tua. 2. Pada donatur yang telah menyumbangkan berbagai keperluan untuk diserahkan kepada Panti Lansia al Islah blimbing 3. Segenap pengurus Panti Lansia al Ishlah yang berkenan menerima kami dan memberikan pencerahan tentang empati dan birrul walidain yang diwakili oleh Bapak Nur. Semoga Allah memberkahi kita semua karena upaya kita menanamkan kepada generasi emas islam masa depan ini empati dan kewajiban berbakti kepada kedua orang tua.    

Silsilah Penjelasan Syarhus Sunnah Imam al Muzani

Menetapkan Sifat Allah Tanpa Tamtsil dan Ta’thil

MATAN KITAB Imam Abu Ibrohim Ismail ibn Yahya al Muzani rohimahulloh berkata, الْوَاحِدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَيْسَ لَهُ صَاحِبَةٌ وَّلَا وَلَدٌ جَلَّ عَنِ الْمَثِيلِ فَلَا شَبِيهَ لَهُ وَلَا عَدِيلَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ الْمَنِيعُ الرَّفِيعُ Allah Maha Esa. Semua makhluk bergantung kepada-Nya. Ia tidak memiliki istri dan anak. Tidak ada yang serupa dan sepadan dengan Allah. Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Alah Maha Mengetahui secara umum dan terperinci. Allah Maha Mencegah dan Maha Tinggi. Doktor Jamal ‘Aazun dalam penelitiannya tentang kitab ini, mengumpulkan 3 naskah dengan riwayat yang berbeda-beda. Naskah utama adalah naskah yang diperoleh di perpustakaan Ali Basya di turki, kemudian dilengkapi dengan naskah yang dukumpulkan oleh Ibnul Qoyyim, dan satu naskah lain yang diperoleh di Perpustakaan Syaikh al ‘Allamah Hammad ibn Muhammad al Anshori. Untuk lafazh ini tidak ada perbedaan dalam 3 naskah tersebut. FAIDAH SYARAH DARI PARA ULAMA Bagaimana cara ahlus sunnah mengimani nama dan sifat Allah? Ahlus sunnah menetapkan nama dan sifat Allah sesuai yang ditetapkan Allah dalam al Qur’an, dan Rosululloh shalallahu’alaihi wa sallam dalam hadits tanpa tahrif, ta’thil, takyif, dan tamtsil. Apa yang dimaksud tahrif? Tahrif adalah merubah lafazh atau makna nama dan sifat Allah Apa yang dimaksud ta’thil? Ta’thil adalah menolak sebagian atau seluruh nama dan sifat Allah Apa yang dimaksud takyif? Takyif adalah merinci dan menanyakan bagaimana nama dan sifat Allah Apa yang dimaksud tamtsil? Tamtsil adalah menyerupakan nama dan sifat Allah dengan makhluk-Nya Apa yang dimaksud Allah Maha Tunggal (الْوَاحِدُ)? Allah Maha Tunggal dalam rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa shifat. Tauhid dibagi menjadi 3, yaitu tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah, dan tauhid asma’ wa shifat. Tauhid Rububiyyah artinya kita wajib meyakini bahwa Allah adalah Rabb, Pemilik segala sesuatu, Maha Pencipta, Maha Mengatur alam dan menjalankannya, memberi rizki, menghidupkan dan mematikan Tauhid Uluhiyyah artinya kita wajib meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya ilah yang berhak disembah dan ilah lain tidak berhak disembah. Tauhid Asma’ wa Shifat artinya kita wajib meyakini bahwa Allah memiliki nama-nama dan sifat-sifat mulia yang sempurna dan bebas dari kekurangan. Al Waahid dan al Ahad adalah termasuk dari nama-nama Allah. Dalilnya: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.[1]   قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنذِرٌ ۖ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ Katakanlah (ya Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.[2] Apa yang dimaksud semua makhluk bergantung kepada Allah (الصَّمَدُ)? Ash Shomad adalah termasuk salah satu nama Allah. Dalilnya adalah اللَّهُ الصَّمَدُ Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.[3] Setiap nama Allah terkadang menunjukkan satu sifat Allah dan terkadang menunjukkan banyak sifat Allah. Nama Allah yang menunjukkan satu sifat Allah contohnya al ‘Aliim menunjukkan sifat ‘ilmu Allah, as Samii’ menunjukkan sifat mendengarnya Allah. Nama Allah yang menunjukkan banyak sifat Allah adalah ash Shomad, as Sayyid, al Majid, al Hamid. Arti ash-Shomad adalah para makhluk menggantungkan hajat kebutuhan dan masalah mereka kepada Allah karena Allah memiliki kesempurnaan kemuliaan, keagungan, kehormatan, kebijaksanaan, dan keilmuan sehingga Allah tidak membutuhkan pembantu atau penolong. Ash Shomad berarti juga tidak dilahirkan dan tidak melahirkan karena sesuatu yang dilahirkan pasti mati, dan yang mati pasti mewariskan, sedangkan Allah tidak mati dan tidak mewariskan. Apa yang dimaksud Allah tidak memiliki istri dan anak (الَّذِي لَيْسَ لَهُ صَاحِبَةٌ وَلَا وَلَدٌ) ? Shoohibah artinya adalah istri. Allah tidak memiliki istri dan anak karena kesempurnaan-Nya. Sesuatu yang memiliki istri dan anak pasti membutuhkan istri dan anaknya. Dalilnya adalah وَأَنَّهُ تَعَالَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.[4]   لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, [5] Apa yang dimaksud Allah Maha Mulia dari yag semisal dan tidak ada yang serupa atau sama dengan Allah (جَلَّ عَنِ الْمَثِيلِ فَلَا شَبِيهَ لَهُ وَلَا عَدِيلَ)? Tidak ada yang serupa dengan Allah. Tidak ada yang serupa dalam nama, sifat, keagungan dan kebesaran Allah. ‘Aadil artinya sepadan. Siapapun yang menyekutukan Allah atau menganggap ada yang serupa dengan Allah maka dia kafir sebagaimana kaum musyrik mekkah yang menjadikan sekutu bagi Allah. Dalil pernyataan ini adalah: وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia[6] Apa yang dimaksud Allah Maha Mendengar (السَّمِيعُ) ? As Sami’ adalah termasuk salah satu nama Allah. Dalilnya ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.[7] As Sami’ menunjukkan Allah memiliki sifat mendengar. Setiap nama Allah pasti menunjukkan satu atau beberapa sifat Allah yang sempurna. Sifat pendengaran Allah meliputi segala macam suara. Rosululloh shalallahu’alaihi wa sallam meriwayat dari Allah dalam hadits Qudsi: يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ اجْتَمَعُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى ثُمَّ أَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ مَا سَأَلَ لَمْ يَنْقُصْ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِى شَيْئًا إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْبَحْرُ يُغْمَسَ فِيهِ الْمِخْيَطُ غَمْسَةً وَاحِدَةً Wahai hamba-hambaKu, seandainya yang pertama hingga yang terakhir dari kalian baik dari kalangan manusia dan jin berkumpul pada satu bukit kemudian meminta kepadaku, kemudian aku memberikan permintaan setiap orang dari mereka sesuai yang diminta, maka hal itu tidaklah mengurangi sesuatu dari kerajaanku kecuali berkurangnya satu tetes air laut yang jatuh dari jarum yang dicelupkan padanya[8] Allah mendengar semua suara orang yang meminta walaupun dengan bahasa berbeda, dengan suara yang lirih, permintaan berbeda-beda, dan dalam waktu yang sama. Seorang mukmin yang mengimani as Sami’ maka akan selalu berhati-hati pada ucapan dan perilakunya karena Allah mendengar semua suara dan akan menghisab ucapan dan perbuatan kita di hari kiamat. Apa yang dimaksud Allah Maha Melihat (الْبَصِيرُ) ? Al Bashiir adalah termasuk nama Allah. Dalilnya adalah dalam asy Syuro (42:11). Nama al Bashir menunjukkan sifat melihat Allah pada semua yang tampak Apa yang dimaksud Allah Maha Mengetahui (الْعَلِيمُ) ? Al ‘Aliim termasuk nama Allah. Dalilnya وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.[9] Ilmu Allah meliputi segala sesuatu baik di langit atau di bumi. Allah mengetahui sesuatu yang sudah terjadi atau belum terjadi. Allah mengetahui sesuatu yang belum terjadi dan bagaimana jika sudah terjadi. Ilmu Allah tidak

Uncategorized

Penggalangan Donasi Pembangunan Gedung Kuttab Rumah Qur’an

Pendahuluan Alhamdulillah, Allaahumma Sholli ‘Alaa Muhammad, Wa ‘Alaa Aalihi wa Shohbihi Ajma’in, amma Ba’du, Berkat karunia Allah, Kuttab Rumah Qur’an telah beroperasi selama 5 tahun. Selama ini kami mengontrak rumah di Pondok Alam Sigura-gura untuk pembelajaran sehari-hari. Para santri terus bertambah dari tahun ketahun dan biaya kontrak yang tinggi membuat kami berupaya mencari lokasi permanen sebagai tempat belajar para santri. Kemudian Allah mengirimkan muhsinin yang mewakafkan tanahnya untuk tempat belajar TAUD Kutab Rumah Qur’an. Dan kini kami berupaya mengetuk hati para muhsinin untuk penggalangan dana pembangungan gedung untuk meneruskan perjuangan kami menghadirkan generasi emas islam masa depan ini. Lokasi Tanah Wakaf Lokasi tanah wakaf Kuttab Rumah Qur’an ini ada di perumahan Grand Suroso. Berikut ini adalah peta lokasi tanah wakaf TAUD Kuttab Rumah Qur’an yang diambil dari Google Map. Peta Dari Google Map Tampilan Satelit Tanah Wakaf dari Google Map [Modula id=’10’] Foto Sekitar Lokasi Tanah Wakaf Kuttab Rumah Qur’an Yang Akan Dibangun Gedung TAUD Kuttab Rumah Qur’an Blueprint Pembangunan Gedung Kami bekerjasama dengan Dar Assalam Property untuk melakukan pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), desain bangunan, dan pembangunan. Alhamdulillah izin sudah sekitar 80% – 90% selesai. Berikut adalah surat AP sebagai tahap awal keluarya Surat IMB Surat AP Dari Dinas PU Berikut adalah Beberapa Desain bangunan TAUD Kuttab Rumah Qur’an [Modula id=’9′] Desain Bangunan TAUD Kuttab Rumah Qur’an Kami merencanakan tema bangunan ini adalah islami dan alami. Rincian rencana bangunan ini adalah: Lantai 1 Ada pagar dipenuhi tanaman gantung sebagai tempat santri belajar merawat tanaman dan memberikan kesan alami pada para santri Ada taman kecil dan kolam ikan tempat anak anak belajar tentang tanaman dan hewan air Ada tempat lapang sebagai tempat para santri bermain dan belajar di luar kelas Ada toilet dan ruang penunggu gedung yang bisa difungsikan juga untuk kantin Lantai 2 Ada dua tangga untuk memisahkan lalu lintas antara guru laki-laki dan guru perempuan dan juga santri laki-laki dan santri perempuan 2 toilet untuk memisah antara laki-laki dan perempuan Lantai 2 ini didisain agar cahaya bisa masuk dari berbagai arah sehingga mengurangi penggunaan lampu Ada 1 ruang besar yang dilengkapi sekat yang bisa difungsikan menjadi 1 kelas besar dan 2 kelas kecil Ada 1 ruang kecil yang bisa difungsikan sebagai dapur atau UKS atau Perpustakaan Lantai 3 Lantai 3 tidak jauh berbeda dengan lantai 2 Yang membedakan adalah atap kami susun dengan atap cor Lantai 4 Lantai 4 ini kami akan fungsikan sebagai roof top, gazebo dan taman-taman indah diatas atap sebagai tempat pertemuan walisantri dan pembinaan walisantri dengan nuansa dan pemandangan yang indah, insya Allah. Biaya Pembangunan Gedung Rincian Pembangunan Gedung adalah sebagai berikut: Biaya Fasilitas Umum (FASUM) dibayarkan kepada developer perumahan Grand Suroso sebesar Rp. 26.000.000,00, biaya pengurusan IMB sebesar Rp. 9.000.000,00 dan desain bangunan sebesar Rp. 4.550.000,00 total = Rp. 39.550.000,00 Biaya pembangunan lantai 1 sebesar Rp. 337.000.000,00 Biaya pembangunan lantai 2 sebesar Rp. 268.500.000,00 Biaya pembangunan lantai 3 sebesar Rp. 289.000.000,00 Selain gedung TAUD Kuttab Rumah Qur’an, kami juga berusaha mencari tanah untuk SDTA Kuttab Rumah Qur’an untuk dibebaskan. Konsep bangunan SDTA Kuttab Rumah Qur’an adalah sekolah alam dengan bangunan sederhana dan outbond tradisional. Insya Allah kami akan menginformasikan kebutuhan dana jika telah mendapatkan tanah yang sesuai Pengumpulan Donasi Pembangunan Gedung TAUD Kuttab Rumah Qur’an dan Pembebasan Tanah SDTA Kuttab Rumah Qur’an Pengumpulan Donasi kami bagi menjadi beberapa tahap: Tahap 1: Donasi biaya Fasilitas Umum dan Pengurusan IMB Tahap 2: Donasi biaya pembangunan TAUD Kuttab Rumah Qur’an lantai 1 Tahap 3: Donasi pembebasan tanah SDTA Kuttab Rumah Qur’an Tahap 4: Donasi biaya pembangunan TAUD Kuttab Rumah Qur’an lantai 2 Tahap 5: Donasi biaya pembangunan TAUD Kuttab Rumah Qur’an lantai 3 Pengumpulan Donasi Tahap ke 1 – Biaya Fasilitas Umum, Desain Bangunan, dan IMB Kami membuka donasi tahap ke-1 yaitu biaya Fasilitas Umum, Biaya Desain, dan IMB sebesar Rp. 39.550.000,00 LAPORAN DONASI TAHAP 1- BIAYA FASILITAS UMUM, DESAIN BANGUNAN, DAN IMB [olimometer id=4] Target Donasi : [olimometer_target id=4] Donasi yang telah terkumpul: [olimometer_progress id=4] Kekurangan Donasi: [olimometer_remaining id=4] Donasikan Harta Terbaik Anda Ke: Bank Mandiri (Kode:008) . Nomor Rekening: 144-00-1514678-7. Atas Nama: Ricki Kurniawan Eka O   Jangan lupa menambahkan kode 003 diangka paling belakang dari jumlah uang yang anda donasikan   KONFIRMASIKAN DONASI ANDA KE 0857 – 551 – 34 – 809 Siapa saja yang telah mendonasikan hartanya?  

Berita

Ma’had Muslimah Khodijah binti Khuwailid (M2-K2)

Pengunjung website kuttab rumah qur’an yang dirahmati Allah, Alhamdulillah Ma’had Muslimah Khodah bintu Khuwailid yang bertujuan untuk kaderisasi calon ummahat muslim ahlus sunnah wal jama’ah mulai berjalan. Kami bercita-cita dari Ma’had ini, muncul sosok-sosok ibu yang siap menjadi ibu seorang ulama, ibu seorang mujahid, dan ibu-ibu dari anak-anak yang mampu berbuat banyak untuk agama islam dimasa depan. Selain itu dari Ma’had ini, kami memohon kepada Allah muncul sosok-sosok guru wanita yang siap menjadi teladan di kuttab rumah qur’an dan akan menjadi penerus dakwah di kuttab rumah qur’an ini. Untuk mewujudkan cita-cita ini kami melaksanakan beberapa program pembinaan. Dengan karunia Allah, ada beberapa program pembinaan yang sudah berjalan, antara lain Pembinaan Aqidah dan Tauhid Menjadi mustami’ kajian Aqidah (Syarh Ushulus Sittah) yang di sampaikan oleh Ustadz Anwar Samuri, Lc di Masjid Qolbun Salim setiap Ahad ke-3 Menjadi mustami’ kajian Tauhid (Syarh Kitabut Tauhid) yang di sampaikan oleh Ustadz Abdul Hamid di Masjid Qolbun Salim setiap Ahad ke-2 dan Ahad ke-4 Menjadi mustami’ kajian Aqidah (Syarh Ushulus Sunnah) yang di sampaikan oleh Ustadz Abdulloh Amin di Masjid Qolbun Salim setiap Kamis ke-1 Pembinaan Adab Menjadi mustami’ kajian Adab (Syarh Hilyah Tholibul Ilmi) yang di sampaikan oleh Ustadz Amrozy  di Masjid Qolbun Salim setiap Kamis ke-3 Pembinaan Roqoiq Syarh al Qobru Adzabuhu wa Na’imuhu disampaikan oleh al Faqir ila ‘afwi Robbihi wa ath Thuwailibil ‘Ilmi Abu Ahmad setiap Sabtu Pembinaan Tahfizh Halaqoh Tahfizhul Qur’an yang di pandu oleh Ustadzah Ummu Yusuf al Hafizhoh Pembinaan Bahasa Arab Halaqoh Durusul Lughoh yang di pandu oleh Ustadzah Himmatul Mahmudah Dauroh Mengkhatamkan Kitab Insya Allah secara bertahap dan berjenjang kami akan mengadakan dauroh dauroh untuk mengkhatamkan pembelajaran kitab demi kitab para ulama ahlus sunnah yang akan disampaikan oleh para asatidzah yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.

Model Pendidikan Kuttab

Apa itu Pendidikan Kuttab

Pengunjung website kuttab-rumahquran.com yang dirahmati Allah, Sering kami ditanya wali santri tentang apa itu kuttab?. Apa beda kuttab dengan pendidikan tingkat dasar yang lain?. Ketika kami menjelaskannya, ada yang puas dengan jawaban kami dan ada yang masih tidak puas karena mungkin walisantri berasal dari background pendidikan modern dan belum pernah belajar tentang kuttab atau mungkin juga belum mempercayai apa yang kami sampaikan karena memang background pendidikan kami hanyalah pendidikan dari ustadz ke ustadz dan melalui mebaca banyak referensi di bidang pendidikan dan parenting. Karena itu saya terdorong untuk menuliskan apa yang pernah kami pelajari dan baca di halaman ini beserta referensinya dengan harapan menghilangkan keraguan pada jawaban yang kami sampaikan tentang model pendidikan kuttab ini. Kami berharap Allah menjaga keikhlasan kami ketika menuliskan artikel ini dan dalam perjuangan kami untuk mengembalikan pendidikan al Qur’an agar diutamakan dan diprioritaskan di jenjang usia dini dan jenjang usia pendidikan dasar. Apa itu kuttab? Seorang Dosen dari Universitas Ummul Quro, Mekkah al Mukarromah, Doktor Abdul Lathif Abdulloh ibn Dahisy mengatakan الْكُتَّابُ جَمْعُهُ كَتَاتِيبُ وَهُوَ مَوْضِعُ تَعْلِيمِ الْقِرَاءَةِ وَالْكِتَابَةِ  وَهُوَ مِنَ الْمُؤَسَّسَاتِ التَّعْلِيمِيَّةِ الْهَامَةِ الَّتِي وَجَدَتْ فِي الْمُجْتَمَعِ الْإِسْلَامِي لِتَثْقِيفِ الصِّغَارِ وَالتَّرْبِيَّةِ الْإِسْلَامِيَّةِ الْجَيِّدَةِ Kuttab bentuk jamaknya adalah kataatiib. Maknanya adalah tempat untuk pengajaran membaca dan menulis. Kuttab termasuk lembaga pendidikan yang pertama muncul dalam masyarakat islam bertujuan untuk mendidik anak-anak kecil dengan pendidikan islam yang baik [1. Ibn Duhaisy, Doktor Abdul Lathif. 1986. al Kataatiib fil Haromain asy Syarifain wa Maa Haulihim,Mekkah al Mukarromah. Halaman 11] Sedangkan seorang sejarawan terkenal, Doktor Roghib as Sirjani mengatakan, يُعَدُّ الكُتَّاب من أقدم المراكز التعليمية عند المسلمين، وقيل بأن العرب عَرَفُوه قبل الإسلام، ولكن على نطاق محدود جدًّا، وكانت مكانة الكُتَّاب في القرون الهجرية الأولى عالية الشأن؛ إذ يُعِدُّ لبداية تعليم أعلى، “فكان الكُتَّاب يشبه المدرسة الابتدائية في عصرنا الحاضر، وكان من الكثرة بحيث عدَّ ابن حوقل ثلاثمائة كُتَّاب في مدينة واحدة من مدن صقلية Kuttab adalah markaz pendidikan paling dasar pada masyarakat muslim. Ada yang mengatakan bahwa kalangan arab telah mengenal istilah kuttab sebelum munculnya islam, namun jumlah yang sangat sedikit. Kedudukan kuttab di masa abad pertama hijriyah sangatlah penting karena lembaga ini adalah permulaan dari pendidikan yang lebih tinggi. Kuttab adalah seperti madrasah ibtidaiyyah pada zaman ini. Pada zaman Ibnu Hauqol (wafat: 350 H), beliau mencatat terdapat hingga 300 kuttab di salah satu kota di shiqliyah. [2. As Sirjani, Doktor Raghib. al Kataatiib fil Hadloorotil Islaamiyyati. Islamstory.com. Dicuplik 10/1/2018] Dalam kamus Mu’jamul Wasith di jelaskan makna al kuttaab adalah: مَكَانٌ صَغِيرٌ لِتَعْلِيمِ الصِّبْيَانِ الْقِرَاءَةَ وَالْكِتَابَةَ وَتَحْفِيظَهُمُ الْقُرْآنِ Tempat kecil untuk mengajarkan anak-anak kecil membaca, menulis, dan menghafal al Qur’an [3. Kamus Mu’jamul Wasith via Maktabah asy Syamilah] Ibnu Kholdun juga mejelaskan dalam buku Muqoddimahnya, pada zaman beliau, kuttab tetap menjadi lembaga terpenting. Beliau menyebutkan terdapat perbedaan karakter pendidikan kuttab di negara-negara islam. Ada yang fokus belajar al Qur’an dan tidak mencampur dengan pendidikan lain dan ada yang mencampur dengan pendidikan lain namun al Qur’an tetap menjadi pendidikan yang utama dan terpenting. Kesimpulan Dari penjelasan ini kita dapat memahami: 1. Al Qur’an adalah pendidikan yang utama dan terpenting untuk diajarkan kepada anak sejak mereka masuk kedalam lembaga pendidikan. 2. Perhatikanlah bagaimana kejayaan islam berbanding lurus dengan perhatian umat muslim dengan al Qur’an. Kejayaan islam di masa lampau karena mereka mengutamakan al Qur’an. Dan kemunduran kita, karena al Qur’an kita jadikan sebagai pedidikan tambahan saja bukan yang utama dan terpenting. 3. Cirikhas pendidikan kuttab adalah: 1. Pembelajaran al Qur’an secara bacaan atau hafalan, 2. Pembelajaran Membaca, 3. Pembelajaran Menulis, 4. Pembelajaran ilmu dasar islam, 5. Pembelajaran berhitung dasar. 4. Dimasa lalu kuttab adalah lembaga pendidikan terpenting dan mendapat perhatian yang sangat serius karena merupakan pondasi pendidikan diatasnya, namun di masa kita pendidikan usia TK dan SD sangat di remehkan bahkan dijadikan sekedar pelengkap pendidikan tinggi. Ini mengakibatkan perbedaan kualitas generasi yang dihasilkan. Generasi islam di zaman keemasan sangat baik karena dimulai dengan pondasi yang kuat dan baik, sebaliknya generasi islam di masa kita lemah karena pondasi di pendidikan dasar kurang baik. Semoga Allah memberikan manfaat kepada anda dari tulisan sederhana ini.

Scroll to Top