Ayah Bunda, Al-Qur’an dan al-hadits bukanlah sekadar untuk dihafal. Al Qur’an dan hadits adalah pedoman hidup bagi kita semua.

Siapakah di antara kita yang tidak berbahagia tatkala menyaksikan anak-anak kita terbiasa dengan hadits shohih? Tidakkah Anda merasa bersyukur ketika melihat anak anak Anda memiliki aqidah, ibadah, dan akhlak yang bersumber dari Al Qur’an dan hadits shohih?

Lalu, bagaimana cara mengajarkan hadits kepada anak-anak?

Usia 3-6 Tahun

Pada usia ini kebanyakan anak-anak belum bisa membaca dan menulis, maka cara mengajarkan hadits bisa dilakukan dengan cara:

1. Membuat anak mendengar dan mengulangi hadits hingga mereka mampu menghafalkannya dengan baik tanpa merasa menghafal.

2. Gunakan hadits-hadits yang sangat ringkas yang mudah dihafal dan dipahami mereka. Jika haditsnya panjang, maka bisa dipotong menjadi kalimat yang ringkas.

3. Berilah hadiah setiap mereka mampu menghafal 1 hadits.

4. Sertakan hadits itu dalam kehidupan sehari-hari dengan mengingatkan hafalan haditsnya ketika menemui kejadian sehari-hari yang terkait dengan hadits tersebut.

Usia 7-12 Tahun

Sama dengan poin 1-4 hanya ada tambahan sebagai berikut:

5. Hadits yang dihafal bisa lebih panjang.

6. Jelaskan makna hadits dengan penjelasan yang mudah mereka fahami.

7. Sertakan kisah-kisah terkait makna hadits yang dihafal.

Nah, sederhana dan mudah bukan? Inilah cara yang kami terapkan di Kuttab Rumah Qur’an.

Kalau Anda ingin tahu contoh nyata poin-poin tadi, kepoin terus medsos kami,

https://linktr.ee/kuttab_ruqu

Ingin langsung daftar? Boleh juga.

https://forms.gle/A3kGs9HvU3jaWrNT8

Print Friendly, PDF & Email