Berita

TAUD Kuttab Rumah Qur'an

Pembelajaran Tahfiz TK B-TAUD Kuttab Rumah Qur’an

Bismillah, Alhamdulillah. Pembelajaran tahfizh anak usia dini membutuhkan metode khas yang berbeda dengan metode orang dewasa. Kami mengajarkan tahfizh dengan cara bertahap. Apa yang anda lihat pada video dibawah ini adalah hasil pembinaan kami sejak usia 3-4 tahun. Pada awal pembelajaran mereka belajar dengan cara bermain sambil berlatih duduk tenang secara bertahap. Muroja’ah Surat al Infithor – TK B TAUD Kuttab Rumah Qur’an 2017 Pembelajaran Tahfizh Menggunakan Model Asistensi Belajar Membaca Mushaf Utsmani dan Muroja’ah Hafalan   Note: Mohon maaf jika anda melihat kualitas video ini buruk, qodarulloh kami belum memiliki kamera video dengan kualitas yang bagus

Berita

Program PESAD BANAT: Tadabbur Alam Melihat Bulan Dengan Teropong

Saat itu kami duduk sambil menatap langit yang tertutup awan tebal di tengah kegelapan malam. Kali ini, kami sangat berharap Allah menyibakkan gumpalan awan yang menggulung untuk memperlihatkan bulan ciptaan-Nya kepada kami. Terlontar do’a agar Allah menyibakkan awan dari salah seorang dari kami. Di dekat kami tampak beberapa mahasiswa dan praktisi dari beberapa komunitas astronomi sibuk mengamati langit dengan teropongnya untuk mempersiapkan diri jika bulan mulai menyibakkan keindahannya yang merona. Kemudian disaat kami sudah mulai putus asa dan ingin pulang, tampak awan mulai bergeser pelan dan sesuatu bercahaya muncul ditengah-tengah awan mendung itu. Dan serentak kamipun bersorak karena Allah menyibak awan dan menunjukkan bulan kepada kami. Kemudian kami semua sibuk menyaksikan keindahan bulan dengan teropong. Maha Besar Allah atas semua ciptaan-Nya. Kemarin malam kita mengajak para santriwati program PESAD untuk melakukan tadabbur alam yaitu mengikuti acara pengamatan bulan yang diadakan di lapangan rektorat universitas brawijaya malang. Acara ini diadakan beberapa komunitas astronomi dan mengikutkan masyarakat untuk mengamati bulan melalui teropong bintang. PESAD Banat dimulai dengan doa’ dan dzikir kemudian sholat maghrib. Setelah sholat magrib santriwati berjalan bersama ustadzah himmah dan ustadzah wiji melewati UIN Maliki Malang. Setelah sampai di jalan raya kami meminta bantuan bapak Satpam UIN Maliki -semoga Allah memberi hidayah sunna dan keberkahan pada beliau- untuk menyeberang jalan. Dengan sigap, bapak satpam pun menyeberangkan kami. Kemudian kami berjalan lagi ditengah kegelapan malam menuju lapangan rektorat Universitas Brawijaya Malang. Setelah berada di lapangan, tampak beberapa orang yang sibuk menyiapkan teropong bintang dengan model yang bervariasi. Tidak berselang lami, azan membahana dari masjid raden patah. Kami kemudian berjalan menuju masjid raden patah yang sangat megah dan sangat berbeda dengan dulu. Tampak di depannya ada meja tempat makan, lemari es, kotak infak dan parfum. Sebuah inovasi manajemen masjid yang luar biasa. Masjid seperti ini yang kami ingin sekali mewujudkannya. Masjid yang bermanfaat bagi warga sekitar masjid. Menyediakan makanan gratis, minuman gratis, sarapan shubuh agar orang awam tergerak sholat shubuh, parfum gratis agar orang yang tidak memiliki parfum bisa memanfaatkannya. Masjid yang berdaya guna. Setelah sholat kami menuju lapangan rektorat untuk bersiap mengamati bulan. Namun qodarulloh wa maa syaa-a fa’alaa bulan tertutup mendung pekat. Kamipun duduk menunggu sambil terus berdoa agar Allah memberi kesempatan kepada anak-anak santriwati PESAD ini diizinkan melihat keindahan bulan melalui teropong. Beberapa menit dari kami berdo’a, Allah menyibakkan awan pekat dan menampakkan bulan tepat diatas kami semua. Dan kamipun melihat keindahan bulan tersebut melalui teropong. Setelah selesai kamipun berjalan menuju angkot di jalan veteran untuk mencarter angkot menuju kuttab rumah qur’an. Setelah kami mendapatkan angkot, saya dan keluarga pulang kerumah, sedangkan para santriwati dan ustadzah himmah dan wiji kembali ke kuttab untuk melanjutkan program PESAD. Maaf kami tidak sempat memfoto momen momen kami melihat bulan karena gelapnya suasana sekitar kami.

Berita

Program Belajar Di Rumah Teman: Rumah Umar (Santri TK B TAUD KRQ)

Hari ini, ada keramaian tidak seperti biasanya disebuah rumah. Riuh gembira suara anak-anak yang dengan riangnya bermain membahana disebuah rumah. Si anak tuan rumah, tampak sangat gembira sekali dengan kehadiran teman-temannya di rumahnya. Tidak lupa orang tua si anak tuan rumah menyiapkan camilan dan ikan yang banyak di akuarium. Sempat beberapa anak bertanya tentang ikan yang banyak di akuarium dengan penuh penasaran. Sang tuan rumah pun menjawab dengan jawaban yang membuat penasaran, ikan untuk lomba. Akhirnya seluruh anak berseragam ungu inipun larut dalam kegembiraan sebuah acara Belajar di Rumah Teman khas TAUD Kuttab Rumah Qur’an Inilah sekelumit cerita dari pelaksanaan salah satu program yang digagas tim TAUD KRQ, yaitu home visit atau program belajar di rumah teman. Jika tidak ada halangan, program ini kita laksanakan rutin 3 bulan sekali. Kali ini, kami mengunjungi rumah Bapak Yudi yang merupakan ayah dari Umar santri TK B. Bapak Yudi ini dikenal dengan nama Yudi Cinta Wangi karena memang beliau termasuk penjual minyak wangi dan obat-obatan herbal di kota malang. Merek beliau adalah Cinta Wangi. Ketika kami datang, kami langsung disambut oleh tuan rumah dengan ramah. Kemudian kami (guru dan anak-anak), dipersilahkan dan disuguhi dengan makanan ringan oleh tuan rumah. Setelah acara pembukaan dan doa, para santri berjalan-jalan ke taman. Untuk menuju taman ini kami harus melewati sebuah jembatan, dan kolam. Setelah sampai di kolam, si anak tuan rumah ternyata sudah menyiapkan kejutan unik. Ia dengan sigap menangkap katak besar tanpa takut dan ragu-ragu. Setelah ditangkap, ia langsung menunjukkan kepada teman-temannya. Sontak teman-temannya terkejut. Kemudian anak ini (umar) mengembalikan katak di kolam agak besar sehingga kami bisa melihat bagaimana katak itu berenang. Cukup unik dan merupakan pengalaman berharga bagi anak-anak mengetahui katak besar sedang berenang. Setelah itu kami berjalan menuju taman dan bermain bersama. Kami memisah SDTA Banin yang ikut di acara ini. Santri TAUD bermain di taman sedangkan santri SDTA Banin lomba menggelindingkan ban besar. Tampak sekali santri SDTA menikmati lomba sederhana ini. Setelah puas di taman, kamipun kembali kerumah Umar. Setelah itu,anak-anak dengan riangnya berlomba memindahkan ikan dari akuarium ke dalam mangkuk. Siapa yang berhasil memindahkan ikan paling banyak, maka ia pemenangya. Lomba ini adalah seperti miniatur penyelamatan hewan. Para santri berusaha menyelamatkan hewan ke tempat yang lebih aman. Setelah itu para santri memakan hidangan HAGI (HAri berbaGI makanan berGIzi) yang sudah disiapkan. Setelah puas bermain dan makan, kamipun pulang diantar mobil salah satu walisantri dan bapak supir angkot JPK yang setia mengantar kami kemanapun kami ingin melakukan rihlah. Berikut cuplikan kegembiraan anak-anak sebagai hiburan disela-sela usaha mereka menghafal al Qur’an. [Modula id=’8′]

Scroll to Top