Author name: KuttabRuQu

Uncategorized

Dibuka Donasi Pembangunan Gedung Sekolah Dasar Tahfidz Al Qur’an

Alhamdulillah, kini kami membuka donasi pahala jariyah untuk pembangunan SEKOLAH DASAR TAHFIDZ AL QUR’AN KUTTAB RUMAH QUR’AN. Pembangunan ini memiliki beberapa hal: Pembangunan tembok samping lantai 1 Finishing lantai 1 (plester, aci) Pengecatan lantai 1 Pembangunan dan cor lantai dua hingga dapat difungsikan sebagai kelas Pengeramikan Uraian tentang kebutuhan pengumpulan donasi bisa dilihat dalam video berikut: TOTAL BIAYA YANG DIBUTUHKAN ADALAH Rp. 305.520.000,00 Segera kirimkan donasi terbaik anda untuk pembangunan gedung yang akan dipergunakan para santri kecil menghafal al Qur’an dan mempelajari ilmu diniyyah serta bahasa arab. ? Mari saling ta’awun dalam upaya dakwah ini dengan mentransfer donasi terbaik anda ke: Bank Mandiri (kode:008) 144-00-2872017-2 an: Yayasan Kuttab Rumah Qur’an ? Kemudian Konfirmasi ke nomor 0856-0465-0342 ? Laporan insya Allah, secara berkala akan diterbitkan melalui Website: www.Kuttab-rumahquran.com [olimometer id=5] Total Donasi yang diperoleh: [olimometer_progress id=5] Total Donasi yang dibutuhkan: [olimometer_target id=5] Kekurangan Donasi: [olimometer_remaining id=5] LAPORAN DONASI UPDATE DONASI: 18/01/2020 pukul 5:10 PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN [Modula id=’15’] Untuk Sementara Donasi Pembangunan Kami Hentikan Sementara, dan Donasi difokuskan pada PERPANJANGAN SEWA RUMAH UNTUK TAUD KUTTAB RUMAH QUR’AN YANG HARUS LUNAS TERBAYAR FEBRUARI 2020, SENILAI Rp. 56.000.000,-

Uncategorized

LOWONGAN PEKERJAAN GURU SEKOLAH DASAR TAHFIDZ AL QUR’AN KUTTAB RUMAH QUR’AN

1. Guru Pelajaran Umum (matematika, IPA, B.Indonesia) (2 orang) Syarat: a. Laki-laki / Perempuan berjilbab besar usia maksimal 40 tahun (diutamakan) b. Berijazah S1 Kependidikan diutamakan lulusan PGMI / PGSD c. Menyukai mengajar anak-anak d. Bersedia mengikuti pembinaan di SDTA Kuttab Rumah Qur’an 2. Guru Diniyyah dan Bahasa Arab (2 orang) a. Laki-laki / perempuan berjilbab besar b. Alumni pondok pesantren bermanhaj salaf dan memahami aqidah salaf c. Menyukai mengajar anak-anak d. Aktif berbahasa arab secara lisan dan tulisan e. Pernah mempelajari Durusul Lughoh Gontor 3. Guru Bahasa Inggris (1 orang) a. Laki-laki / perempuan berjilbab besar b. Aktif berbahasa inggris lisan dan tulisan c. Berijazah S1 Kependidikan Bahasa Inggris (diutamakan) Segera kirimkan *aplikasi lamaran dan CV* ke alamat email: kuttabruqu@gmail.com atau ke Abu Ahmad Ricki no WA 0856-0465-0342. Baarakallahu lakum jami’an. Malang, 20 November 2019 Sekolah Dasar Tahfidz Al Qur’an Kuttab Rumah Qur’an *Sekolah Tahfidz Bermanhaj Salaf Bernuansa Sekolah Alam* Lokasi: https://goo.gl/maps/5pwQ4ksMUWuhyQQb6 Website: www.kuttab-rumahquran.com Youtube: Kuttab RumahQur’an

Proyek Dakwah

Dibuka Donasi Pahala Jariyah Peralatan Dakwah Yayasan Kuttab Rumah Qur’an

Kami adalah sebuah yayasan yang berjuang dibidang pendidikan al Qur’an. Kami membawahi dua divisi sekolah yaitu TAUD Kuttab Rumah Qur’an yang bergerak di bidang Tahfizh al Qur’an di usia dini (usia 3 tahun – 6 tahun) dan SDTA Kuttab Rumah Qur’an yang bergerak dibidang tahfizh al Qur’an (usia 7-12 tahun). Beberapa kegiatan kami yang sedang berjalan antara lain: 1. Kegiatan TAUD Kuttab Rumah Qur’an (telah berdiri sejak lebih dari 6 tahun lalu) 2. Kegiatan SDTA Kuttab Rumah Qur’an (telah berdiri sejak lebih dari 4 tahun lalu) 3. Kajian online via whatsapp dan telegram dalam bidang tahsin dan parenting islam 4. Kajian tahsin metode nurul bayan Agar mampu memberikan inspirasi dan memberi manfaat lebih luas, kami berupaya mengabadikan momen momen penting untuk dakwah dan mengajak kaum muslimin untuk kembali mendidik putra dan putrinya diatas al Qur’an dan as Sunnah sesuai manhaj salafush sholih. Dengan ini kami membuka donasi pahala jariyah perlatan dakwah berupa Hape dan MicroSD yang insya Allah pahalanya akan terus mengalir dan berkembang seiring dengan perjuangan dakwah yang kami lakukan secara konsisten. Hape yang kami pilih dengan spesifikasinya adalah merek OPPO A9 2020 beserta microSD sekitar 256 GB yang kisaran harganya total Rp.4.500.000,00- ? Mari saling ta’awun dalam upaya dakwah ini dengan mentransfer donasi terbaik anda ke: Bank Mandiri (kode:008) 144-00-2872017-2 an: Yayasan Kuttab Rumah Qur’an ? Kemudian Konfirmasi ke nomor 0856-0465-0342 ? Laporan insya Allah, secara berkala akan diterbitkan melalui Website: www.Kuttab-rumahquran.com Pengumpulan Donasi Periode I: Maksimal Tanggal 30 Novvember 2019 [olimometer id=6] Donasi Terkumpul : [olimometer_progress id=6] Kekurangan Donasi : [olimometer_remaining id=6] Update Laporan: 14/11/2019 Jam 6:42 Alhamdulillah Donasi HP Peralatan Dakwah Kuttab Rumah Qur’an Ditutup, surplus pencapaian donasi SEBESAR Rp 225.000 akan dialokasikan untuk menaikan spek HP / spek microsd atau peralatan pendukungnya. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada para muhsinin yang telah memberikan donasi terbaiknya.

Parenting Islam

Mendulang Faidah Dari Masa Kecil Para Ulama: Sahl at Tustari (1)

لما بلغ عمره ثلاث سنين كان يسهر الليل ينظر الى صلاة خاله محمد بن سوار. وربما قال له خاله محمد قم يابني فارقد فقد شغلت قلبي. “Tatkala Sahl at Tustari berumur 3 tahun pernah terbangun pada suatu malam. Ia melihat pamannya, Muhammad ibn Sawwar sedang melakukan sholat. Kemudian pamannya, Muhammad berkata, “Bangunlah, anakku, kemudian tidurlah dengan nyenyak. Kamu telah menyibukkan hatiku.” FAIDAH 1. Seorang anak belajar dari apa yang mereka lihat. Ketika mereka melihat orang yang disayangi dan dihormati mereka melakukan sesuatu, maka akan mudah ditiru oleh seorang anak. Sahl at Tustari dikelilingi oleh keluarga yang sholih, sehingga ibadah, pengajaran, dan teladan mudah terserap pada jiwa Sahl at Tustari kecil. 2. Pengajaran dengan teladan langsung lebih mengena dan menetap pada jiwa anak daripada sekedar teori. 3. Sering-seringlah memanggil anak dengan panggilan kesayangan. Seperti Muhammad ibn Sawwar memanggil Sahl at Tustari yang saat itu berusia 3 tahun dengan kata ‘yaa bunayya’. وربما رائ ذلك خاله قال له الا تذكر الله الذي خلقك. قال كيف أذكره. قال قل في نفسك من غير ان تحرك به لسانك اذا جنك الليل الله معي، الله ناظر الي، الله شاهد على ثلاث مرات ففعل ذلك “Tatkala Paman Sahl at Tustari melihat Sahl bangun, beliau berkata kepada Sahl at Tustari, “Tidakkah engkau mau mengingat Allah yang telah menciptakanmu?” Sahl berkata, “Bagaimana aku bisa mengingat Allah?” Paman Sahl at Tustari berkata, “Ucapkanlah dalam hatimu tanpa menggerakkan lidahmu tatkala engkau akan tidur di malam hari, “Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku” sebanyak 3 kali. Kerjakanlah hal itu.” FAIDAH 1. Perhatikan cara bicara kepada Sahl yang masih berusia 3 tahun. Beliau tidak menganggap Sahl masih kecil dan belum perlu ditanamkan keimanan dengan mengatakan, “Tidakkah engkau mau mengingat Allah yang telah menciptakanmu?” di tengah malam. Kita bisa mencontoh cara bicara Muhammad ibn Sawwar kepada anak berusia 3 tahun untuk menanamkan keimanan kepadanya. 2. Perhatikan metode Muhammad ibn Sawwar yang mengaitkan dengan motivasi “Allah yang telah menciptakanmu”. Metode ini bisa kita gunakan saat kita meminta anak-anak melakukan ibadah. Rumusnya adalah (pertanyaan: tidakkah) + (ibadah: engkau mau mengingat Allah) + (tauhid dan keimanan: yang telah menciptakanmu). 3. Para ulama tidak memandang kecilnya usia untuk mengajarkan ibadah dan keimanan. Bahkan sejak umur 3 tahun sudah diajarkan suatu amalan untuk menanamkan muroqobah. 4. Metode Syaikh Muhammad ibn Sawwar dalam menanamkan muroqobah bisa diterapkan kepada anak anak dengan sering mengatakan, “Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku” sebelum tidur. ثم قال له خاله قله سبع مرات في كل ليلة ففعل ذلك مدة ثم قال قله احدى عشر مرة في كل ليلة ففعل ذلك Kemudian paman beliau (Muhammad ibn Sawwar) berkata kepada beliau, “Ucapkanlah 7 kali di setiap malam.” Kemudian Sahl melakukan hal itu beberapa lama. Kemudian paman beliau (Muhammad ibn Sawwar) berkata kepada beliau, “Ucapkanlah 11 kali di setiap malam” Kemudian Sahl melakukan hal itu. FAIDAH 1. Perhatikan bagaimana dengan lembut, Muhammad ibn Sawwar mengajarkan suatu amalan agar dalam jiwa Sahl tertanam muroqobatillah (merasa dekat dengan Allah). Beliau memulai dari jumlah yang ringan: 3 kali setiap malam hingga 11 kali. Jika Sahl kecil langsung diminta membaca 11 kali, maka ia tidak mampu. Begitu pulalah ketika kita mengajarkan ibada kepada anak kecil. Kita harus memulainya dari hal yang mampu dikerjakan anak. Kemudian sedikit demi sedikit kita tingkatkan hingga ia mampu beribadah sebagaimana ketika ia sudah mencapai usia diwajibkannya ibadah kepadanya. 2. Perhatikan bagaimana Sahl at Tustari yang bersemangat melaksanakan yang diperintahkan oleh paman beliau, karena beliau melihat sendiri kualitas ibadah paman beliau di malam hari. قال سهل فوقع في قلبي ونفسي حلاوة لذالك بعد مدة فاخبرت خالي بذالك Sahl at Tustari berkata, “Kemudian muncullah dalam hati dan jiwaku manisnya ucapan tersebut setelah beberapa waktu, kemudian aku memberitakan hal itu kepada pamanku” FAIDAH Asal pendidikan ibadah adalah memaksa diri untuk melakukannya. Begitu juga ketika mendidik anak puasa atau sholat atau kebaikan lainnya. Dengan sabar kita mengajarkan secara bertahap hingga anak-anak kita mampu menikmati ibadah atau kebaikan yang mereka lakukan. فقال لي خالي يا سهل من الله معه وناظر اليه، وشاهد عليه كيف يعصيه؟ اياك ان تعصي الله تعالى. Kemudian pamanku berkata kepadaku, “Wahai Sahl, barangsiapa yang merasa Allah bersamanya, melihatnya, dan menjadi saksi atasnya, bagaimana ia bisa bermaksiat kepada-Nya? Jauhilah maksiat kepada Allah!” FAIDAH 1. Perhatikan bagaimana Muhamad ibn as Sawwar tidak perlu menjelaskan secara rinci dalil dan teori di balik perintah beliau kepada Sahl kecil. Setelah Sahl melakukan dan merasakan manfaatnya, maka beliau menjelaskan alasan mengapa memerintahkan Sahl mengerjakan suatu amalan tadi. 2. Islam memiliki harta karun luar biasa dalam pendidikan. Metode mengajar Muhammad ibn Sawwar ini adalah metode yang luar biasa dan efektif untuk anak usia 3 tahun. Sayang sekali kita lebih suka metode barat daripada menggali khazanah metode pendidikan para ulama kita yang terbukti menghasilkan generasi emas Islam dimasa lalu REFERENSI Anbau nujabail abnai karya Imam al Hafizh Ibnu Zhofar al Makki ash Shiqli (wafat 565 h) Semoga Allah menambah manfaatnya untuk kaum muslimin Diselesaikan di Rumah Ibunda, Joyoraharjo, Merjosari, Malang 13 Robiul Awwal 1441 (10 November 2019) Abu Ahmad Ricki Kurniawan

Parenting Islam

Cara Menanamkan Nilai Tauhid Pada Anak Kecil: Materi 2. Mentalqin Kalimat Ringkas

? “Suatu hari fatimah mengikuti kuliah tentang ilmu kalam disuatu Universitas Islam. Ilmu kalam ini adalah mata kuliah wajib yang harus dipelajari oleh setiap mahasiswa yang kuliah di Universitas Islam tersebut. Ketika mendengar kata ilmu kalam, Fatimah mengernyitkan dahinya. “Aduh…., aku inget dulu ketika SD, aku pernah diajarkan oleh ustadz, tentang kelirunya ilmu kalam. Sampai-sampai orang yang senang dengan ilmu kalam terjatuh dalam kesalahan fatal. Mereka mengatakan bahwa “al Qur’an adalah makhluk”, mereka mengatakan, “Allah tidak diatas ‘arsy”. Muncullah resistansi dan benteng aqidah dalam dirinya. Setelah mendengar dosennya mengungkapkan kata, “al Qur’an adalah makhluk” dan ia mengatakan bahwa orang indonesia bermadzhab syafi’i juga meyakini hal yang sama, dengan segera Fatimah bertanya, Maaf ustadz, saya pernah belajar, Imam Muzani, murid besar Imam Syafi’i yang wafat 264 H pernah mengatakan dalam buku beliau “Syarhus Sunnah” القرآن كلام الله عزا وجلا ومن لدنه ليس بمخلوق فيبيد ” Al Qur’an adalah kalamullah ‘azza wa jalla. Al Qur’an adalah dari Allah dan bukan makhluk. (Jika al Qur’an adalah makhluk) maka ia akan binasa” Kemudian Fatimahpun mengutarakan dalil dalil bahwa al Qur’an bukan makhluk berdasarkan hafalan yang diperolehnya sejak SD. Kemudian ketika sang dosen mengatakan “Allah tidak diatas ‘Arsy”, dan ini adalah “keyakinan madzhab Syafi’i dan Asy’ariy”, kembali Fatimah bertanya, Maaf ustadz, Imam al Muzani berbicara didua tempat dengan lafazh mirip tentang hal ini. Pertama, عال على عرشه وهو دان بعلمه من خلقه “(Allah) tinggi diatas ‘arsy, dan Dia dekat dengan makhluknya dengan ilmu-Nya” Kedua, عال على عرشه وهو بائن من خلقه “(Allah) tinggi diatas ‘arsy, dan Dia terpisah dari Makhluk-Nya” Kemudian ia pun mengutarakan dalil dalil tentang Allah adalah diatas ‘Arsy Tercenganglah sang dosen, karena kuatnya dalil fatimah. Ia terdiam, menutup pelajarannya, dan tidak jadi menerangkan tentang aqidahnya yang keliru tentang al Qur’an dan Allah dimana. Akhirnya Fatimah dan teman-temannya selamat dari syubhat aqidah yang ingin dihembuskan dosen tersebut” ? Kisah ringkas ini menunjukkan fatimah mengingat kembali pelajaran aqidah yang telah dijarkan oleh guru SDnya. Ia mengingat kalimat ringkas tentang ilmu aqidah yang telah ditalqinkan oleh gurunya ketika SD. Talqin kalimat ringkas yang mengandung makna aqidah tauhid adalah metode nabawi. Seorang anak tumbuh dengan kemampuan menghafal kata dan kalimat secara alami. Mereka menghafal apapun yang disuguhkan pada mereka di masa awal pertumbuhan mereka walaupun mereka tidak memahami apa yang mereka sedang menghafal. ? Coba perhatikan ketika seorang anak dengan seksama mendengar ucapan orang disekitarnya. Ia akan menghafal ucapan-ucapan yang disampaikan kepadanya. Seorang bayi yang jarang diajak bicara, maka akan memiliki pertumbuhan bahasa yang terlambat. Karena itu, penting bagi orang tua selalu mengajak bicara bayinya. Walau mereka tidak faham apa yang diucapkan orang tuanya. Bayi akan cepat menghafal pilihan kosakata dari ibu dan orang sekitarnya. Sungguh indah apa yang diutarakan oleh Imam Ghozali rohimahulloh tentang metode terbaik untuk mengajarkan ilmu aqidah, اعلم أن ما ذكرناه في ترجمة العقيدة؛ ينبغي أن يقدم إلى الصبي في أول نشوئه، ليحفظه حفظا؛ ثم لا يزال ينكشف له معناه في كبره شيئا فشيئا، فابتداؤه الحفظ؛ ثم الفهم؛ ثم الاعتقاد والإيقان والتصديق به، “Ketahuilah, apa yang kami sebutkan tentang penjelasan ‘aqidah, hendaknya dipersembahkan kepada anak di awal-awal masa pertumbuhanya agar ia MENGHAFALNYA DENGAN KUAT. Kemudian makna-maknanya akan senantiasa tersingkap di masa dewasanya sedikit-demi sedikit. Maka mulailah dengan hafalan, kemudian pemahaman, kemudian keyakinan, dan pembenaran dengan ‘aqidah itu.” (Ihya’ ‘Ulumuddin, Imam Ghozali, halaman 94) Karena hal inilah, banyak diantara para ulama menulis buku-buku matan dalam masalah ‘aqidah dalam bentuk ringkas, dan dengan kalimat indah yang mudah dihafal. Bagaimana dengan nabi kita shalallahu’alaihi wa sallam , apakah beliau shalallahu’alaihi wa sallam juga menggunakan metode ini untuk mengajarkan aqidah kepada anak kecil? ? Hadits Pertama Dari Ibnu Abbas كنت خلف النبي صلى الله عليه وآله وسلم يوما فقال يا غلام إني أعلمك كلمات : إحفظ الله يحفظك إحفظ الله تجده تجاهك إذا سألت فاسأل الله وإذا استعنت فاستعن بالله واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشئ لم ينفعوك إلا بشئ قد كتبه الله لك وإن اجتمعوا على أن يضروك بشئ لم يضروك إلا بشئ قد كتبه الله عليك رفعت الأقلام وجفت الصحف ] رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح “Dari Abul ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Abbas rodhiyallahu’anhumaa, beliau berkata: “Dahulu aku pernah berada di bonceng dibelakang nabi shalallahu’alaihi wa salam pada suatu hari. Kemudian beliau bersabda, :”Wahai anak, aku akan mengajarkanmu beberapa kata: (1) Jagalah Allah maka Ia akan menjagamu, (2) Jagalah Allah maka engkau akan mendapatiNya selalu dihadapanmu, (3) Jika kamu meminta sesuatu, mintalah kepada Allah, (4) Jika kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah, (5) Ketahuilah, jika sekelompok orang berkumpul untuk memberikanmu dengan suatu manfaat, mereka tidak akan mampu memberimu manfaat dengan sesuatu kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis Allah akan kamu dapatkan. (6) Jika mereka berkumpul untuk memberimu kemudhorotan dengan sesuatu, maka mereka tidak akan mampu memberimu suatu kemudhorotan kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis Allah akan menimpamu.” (Hadits Riwayat Tirmidzi, beliau berkata hadits Hasan Shohih) Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad as Sadhan berkata, وكانت وصيته ﷺ له وصية عقدية عظيمة تضمنت في كلماتها ومعانيها أصول التو حيد والآداب. Wasiat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ibnu Abbas adalah wasiat ‘aqidah yang agung yang terkandung dalam kata-katanya dan makna-maknya pokok-pokok ilmu tauhid dan adab (Ta’zhimut Tauhid fii Nufuusi ash Shighor, Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad as Sadhan, Halaman 7) ? Hadits Kedua Dari Abu Rofi’ رأيت رسول الله ﷺ أذن في أذن الحسن بن علي حين ولدته فاطمة “Aku melihat Rosulullah shalallah ‘alaihi wa sallam adzan di telinga hasan bin ‘Ali tatkala Fatimah melahirkannya” (Hadits Riwayat Tirmidzi, beliau berkata hadits Hasan Shohih) Imam Ibnul Qoyyim berkata, وسر التأذين أن يكون أول ما يقرع سمع الإنسان كلماته المتضمنة الكبرياء الرب وعظمته، والشهادة التي أول ما يدخل بها في الإسلام، فكان ذلك كالتلقين له شعار الإسلام عند دخوله إلى الدنيا كما يلقن كلمة التوحيد عند خروجه منها Rahasia (manfaat) pengucapan adzan adalah menjadikan hal pertama yang mengetuk pendengaran manusia berupa kata-kata yang mengandung kebesaran dan keagungan Robb. Begitu juga syahadat menjadi hal pertama yang dengan kalimat ini manusia masuk kedalam islam. Hal ini seperti mentalqin syi’ar islam tatkala seorang anak masuk ke alam dunia sebagaimana talqin kalimat tauhid tatkala manusia keluar dari

Scroll to Top