Cara Menanamkan Nilai Tauhid Pada Anak Kecil: Materi 1. Mengambil Faidah Dari Hadits Ibnu Abbas
Nabi kita muhammad shalallahu’alaihi wa sallam adalah sosok yang sangat memperhatikan pembinaan generasi masa depan. Beliau shalallahu’alaihi wa sallam sangat memahami pentingnya penanaman iman atau tauhid kepada anak-anak sejak usia dini. Diantara contoh nyata metode beliau shalallahu’alaihi wa sallam menanamkan nilai-nilai iman pada usia anak-anak, dapat kita simak dari hadits Abdulloh bin Abbas rodhiyallahu’anhuma berikut ini, كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا Pada suatu hari, saya pernah (dibonceng) dibelakang Rosululloh shalallahu’alaihi wa sallam فَقَالَ : ” يَا غُلَامُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ : Kemudian beliau shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: Nak… Aku akan mengajarkanmu beberapa kata احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati Allah berada dihadapanmu إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، Dan jika kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، Ketahuilah, Jika sekelompok manusia berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak akan mampu memberi manfat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah ditakdirkan untukmu وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، Dan jika mereka berkumpul untuk mencelakaimu dengan sesuatu maka mereka tidak akan mampu mencelakaimu kecuali dengan sesuatu yang telah ditakdirkan menimpamu رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ “. Pena-pena (untuk menulis taqdir) telah diangkat dan lembaran lembaran (untuk menulis taqdir) sudah selesai ditulis (Hadits Riwayat at Tirmidzi no. 2516, Ahmad 2669. Imam Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shohih) Nasehat Rosululloh Saat Ibnu Abbas Belum Berusia Baligh Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad as Sadhan berkata: ومن شواهد تعظيم التوحيد في نفوس الصغار. وصيته لابن عباس رضي الله تعالى عنهما، وكان عمر ابن عباس آنذاك دون البلوغ. Salah satu diantara dalil yang menunjukkan pengagungan nilai-nilai tauhid pada jiwa anak kecil (yang dilakukan nabi shalallahu’alaihi wa sallam) adalah wasiat beliau kepada ibnu ‘Abbas rodhiyallahu’anhumaa tatkala usia Ibnu Abbas belum baligh Ta’zhimu at Tauhid fi Nufusi ash Shighor, Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad as Sadhan Benar sekali, ketika nabi shalallahu’alaihi wa sallam wafat, usia Ibnu Abbas kurang lebih 10 tahun, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad rohimahulloh, Ibnu ‘Abbas rodhiyallaahu’anhumaa berkata, مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا ابْنُ عَشْرِ سِنِينَ، Rosululloh shalallahu’alaihi wa sallam wafat tatkala aku anak berusia 10 tahun (Hadits Riwayat Ahmad 2604, shohih) Jadi peristiwa dalam hadits, Ibnu ‘Abbas rodhiyallaahu’anhumaa dibonceng rosululloh shalallahu’alaihi wa sallam adalah ketika Ibnu Abbas belum berusia baligh. Kemudian Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad as Sadhan berkata: ففيها الوصاية بحفظ أمر الله امتثالا، ونهيه اجتنابا، وأن من حفظ ذلك حفظه الله، ومن حفظ الله لعبده هدايته من ودلالته إلى ما فيه خيره في دينه ودنياه وآخرته. Dalam hadits ini terdapat wasiat untuk menjaga perintah Allah dengan cara melaksanakannya, dan menjaga larangannya dengan cara menjauhinya. Orang yang menjaga perintah dan laranganNya, maka Allah akan menjaganya. Siapa yang Allah menjaganya maka Allah akan memberikan hidayah dan petunjuk pada sesuatu yang membawa kebaikan agama, dunia dan akherat Ta’zhimu at Tauhid fi Nufusi ash Shighor, Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad as Sadhan Metode Nasehat Untuk Anak Adalah Ringkas dan Mudah Dihafal. Nasehat ke-1: Senantiasa Menjaga Allah Nasehat ini begitu pendek dan ringkas sehingga memudahkan seorang anak yang belum baligh, mampu menghafalnya dengan cepat. Wasiat ini kita temui pada ucapan nabi kita shalallahu’alaihi wa sallam احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati Allah berada dihadapanmu dan ucapan beliau shalallahu’alaihi wa sallam احفظ الله تجده أمامك Jagalah Allah maka engkau akan mendapati Allah selalu didepanmu Nasehat ke-2: Meminta Hanya Kepada Allah Saja Kemudian Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad as Sadhan berkata: ثم أوصاه بسؤال الله واستعانته به في تحقيق مطالبه وقضاء حوائجه Kemudian Nabi shalallahu’alaihi wa sallam memberi wasiat untuk meminta dan memohon pertolongan hanya kepada Allah untuk mewujudkan apa yang dicari dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Ta’zhimu at Tauhid fi Nufusi ash Shighor, Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad as Sadhan Ini sebagaimana disampaikan nabi kita shalallahu’alaihi wa sallam إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، Dan jika kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah Nasehat ke-3: Takdir Ada Ditangan Allah Kemudian Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad as Sadhan berkata: ثم رسخ في نفسه أن المقادير بيد الله تعالى؛ فلن يصيبك نفع أو ضر إلا ما كتب لك أو عليك، ومهما اجتمع الخلق وأرادوا أمرا – لك أو عليك ـ فلن يكون إلا ما كتب لك. Kemudian menanamkan dalam jiwa ibnu Abbas bahwa takdir ada ditangan Allah. Manfaat atau mudhorot tidak akan pernah menimpa anda kecuali apa yang telah ditulis akan ada dapatkan atau akan menimpa anda. Walaupun makhluk berkumpul dan menginginkan suatu perkara yang bisa memberi manfaat atau memberi musibah kepada anda, maka tidak akan menimpa anda kecuali apa yang telah ditakdirkan . Ta’zhimu at Tauhid fi Nufusi ash Shighor, Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad as Sadhan Faidah ini sebagaimana disabdakan nabi shalallahu’alaihi wa sallam وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، Ketahuilah, Jika sekelompok manusia berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak akan mampu memberi manfat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah ditakdirkan untukmu وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، Dan jika mereka berkumpul untuk mencelakaimu dengan sesuatu maka merekabtidan akan mampu mencelakaimu kecuali dengan sesuatu yang telah ditakdirkan menimpamu رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ “. Pena-pena (untuk menulis taqdir) telah diangkat dan lembaran lembaran (untuk menulis taqdir) sudah selesai ditulis Nasehat ke-4: Manfaat Mentaati Allah Dalam Keadaan Senang Kemudian Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad as Sadhan berkata: أن من لزم طاعة الله تعالى في حال الرخاء فلن يخذله الله في حال الشده Barangsiapa yang melazimkan mentaati Allah tatkala dalam keadaan senang maka Allah tidak akan menelantarkannya tatkala ia dalam keadaan sempit. Ta’zhimu at Tauhid fi Nufusi ash Shighor, Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad as Sadhan Nasehat ke-5: Kesabaran, dan Perkara Sulit Kemudian Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad as Sadhan berkata kembali menjelaskan kandungan

